oleh

Masyarakat Desa Beo Rahong Gunakan Dana Desa Untuk Membangun Jalan Tani

Foto : Tokoh Masyarakat Desa Beo Rahong Tampak Berpose Bersama

RADARNTT, Ruteng – Warga Desa Beo Rahong, Kecamatan Ruteng – Kabupaten Manggarai menyambut penuh antusias atas pembangunan Jalan Tani yang bersumber dari Dana Desa (DD) di wilayah itu.

Tokoh Adat setempat Donatus Kebaru, kepada media ini mengatakan, dirinya sangat bersyukur dengan hadirnya DD karena sangat membantu secara langsung kehidupan masyarakat di desa (Kamis, 08/08/2019).

“Kami sangat bersyukur atas hadirnya DD di wilayah kami, sehingga manfaatnya sangat banyak, salah satunya dengan dibukanya keterisolasian wilayah perkebunan kami disini, selama ini kami menggunakan tenaga manusia untuk memobilisasi hasil panen,” tutur Donatus.

Kesempatan yang sama Kepala Desa Beo Rahong, Vitalis Jempai mengatakan, Kegiatan ini merupakan bagian dari wujud nyata hasil usulan setiap anak kampung.

“Pembangunan Jalan Tani ini merupakan wujud nyata usulan masyarakat dari setiap anak kampung yang sebelumnya dikaji oleh tim penyusunan dokumen perencanaan tahunan, lalu dibawa ke musrenbangdes, setelah dilihat dari porsi perangkingan dan kemampuan anggaran maka pembangunan jalan ini menjadi usulan prioritas,” tutur Jempai.

Hal lain juga disinggung Jempai, terkait pemanfaatan pembangunan jalan tani ini untuk memudahkan akses ke lahan pertanian masyarakat setempat.

“Ada tiga anak kampung menjadi pemanfaat jalan ini yaitu Wase Wengke, Wae Lindang dan Wae Aur, dari ketiga anak kampung ini semua memiliki lahan di sekitar pembangunan jalan ini,” jelas Jempai.

Lebih lanjut dikatakan, “Secara potensi di sekitar jalan ini terdapat banyak tanaman komoditi dari tiga anak kampung, seperti lahan Persawahan, tanaman Kopi, Cengke, dan masih banyak lagi. Kedepannya kata Jempai, sepanjang jalan ini akan menjadi wilayah pemekaran dari tiga anak kampung.

Jempai menegaskan, “Sangat ingin desa Beo Rahong dimekar karena sangat luas dan di landai bukit, secara administrasi kata jempai sudah diserahkan ke dinas PMD.

Dirinya berharap Pemkab Manggarai, Pemprov dan Pemerintah Pusat menerima usulan yang kami sudah disampaikan di tahun kemarin mengingat Desa Beo Rahong sangat luas dan penduduknya banyak.

“Untuk tanah kantor desa sudah disiapkan oleh masyarakat dan sudah diserahkan secara resmi ke Pemerintah Desa, bahkan masyarakat disini sudah bergotong royong untuk meratakan permukaan tanah yang siap untuk menjadi kantor desa,” tutup Jempai.

Mance Aron, ST., Pendamping Desa infrastruktur di Kecamatan Ruteng mengatakan, sejak tahap pengukuran lokasi kegiatan, melihat masyarakat sangat antusias.

“Sejak awal pengukuran lokasi proaktif masyarakat cukup bagus, rupanya mereka sangat antusias dengan pembangunan jalan ini, masyarakat yang terkena dampak merelakan segalanya demi pembangunan jalan ini,” tutur Mance

Menurutnya, kedepan diupayakan untuk benahi pengairan lahan persawahan di sekitar jalan itu untuk dibangun bendungan yang permanen.

“Dengan adanya jalan ini masyarakat dimudahkan untuk mobilisasi material untuk membangun bendungan pengairan yang permanen sehingga mengairi sawah secara teratur, karena pengakuan warga selama ini terkendala mobilisasi material untuk membangun bendungan permanen, sehingga cendrung masyarakat menggunakan saluran alternatif untuk mengairi sawah, saat musim kemarau tiba ada sawah tidak digarap karena kekurangan pasokan air,” tutup Mance. (ADI/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan