oleh

Meridian Dado Komentari Satgas Nakertrans Provinsi NTT

Foto: Meridian Dewanta Dado, SH Praktisi Dan Pemerhati Hukum

RADARNTT, Kupang – Tertahannya dua TKI asal Kabupaten Malaka atas nama Antonita Bete dan Alvinus Kristo Nahak jelang keberangkatan ke Malaysia di Bandara Eltari-Kupang Tanggal 06 Juni 2019 lalu mendapat tanggapan serius.

Meridian Dewanta Dado, SH seorang praktisi hukum kepada RADARNTT via WhatsApp mengomentari kejadian tersebut.

Kita semua patut mempertanyakan profesionalisme kerja para personil Satgas Nakertrans Provinsi NTT yang ditempatkan di Bandara Eltari Kupang terkait dipersulitnya keberangkatan 2 (dua) Tenaga Kerja Indonesia dengan tujuan keberangkatan ke Malaysia
atas nama Antonita Bete dan Alvinus Kristo Nahak, ungkapnya (Jumat, 07/06/2019).

Padahal keduanya mengaku memiliki dokumen ketenagakerjaan yang lengkap dan legal. Akibat tindakan Satgas Nakertrans Provinsi NTT yang menahan keberangkatan kedua TKI Legal itu maka jam keberangkatan pesawat pun terlewati sehingga tiket mereka hangus.

Seluruh masyarakat NTT mendukung tugas Satgas Nakertrans Provinsi NTT untuk mencegah dan menggagalkan pengiriman TKI Ilegal ke luar negeri namun semestinya Satgas Nakertrans Provinsi NTT juga jangan menghambat proses keberangkatan TKI yang sah dan memiliki kelengkapan dokumen.

Satgas Nakertrans Provinsi NTT itu kan sudah sejak tahun 2016 beroperasi sehingga sangat janggal kalau mereka tidak memahami keberadaan dokumen ketenagakerjaan yang legal dan ilegal, oleh karena itu Satgas Nakertrans Provinsi NTT harus mengganti yang tiket milik Antonita Bete dan Alvinus Kristo Nahak yang sudah hangus itu, termasuk membantu memperlancar mereka untuk pemberangkatan selanjutnya, tutup Meridian Dado. (TIM/SET/R-N)

Komentar