oleh

Penjelasan Kepsek SMPN 3 Kota Kupang Terkait Uang PPDB 

RADARNTT, Kupang – Keputusan Kepala Kekolah SMPN 3 Kota Kupang, Mashud Bethan menetapkan uang pembayaran bagi peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020 berdasarkan sejumlah alasan.

“Saya kan masuk dipertengahan jalan di dalam RAB kepala sekolah lama itu kan tidak ada anggaran, saya kasih contoh karena targetnya lari ke sampul,” ucap kepsek kepada wartawan (Jumat, 27/07/2019).

Lebih lanjut dikatakan, 2 hari yang lalu saya sudah komunikasikan dengan Pak Okto Naitboho (Kabid Pendidikan Dasar Kota Kupang) terkait tidak ada RKAS untuk sampul buku, pertanyaannya apakah saya tidak beli ? Jika saya tidak beli tahun ini maka mereka (siswa/siswi) tidak bisa terima rapor semester 1, tentu tidak bisa. Saya harus menggunakan anggaran dari mana? kecuali ada (anggaran), kalo ada maka hal ini tidak boleh dilepaskan lagi.”

Karena waktu sudah tidak bisa lagi maka sebuah konsep harus dipikirkan untuk mencari solusinya. Oleh sebab itu saya berkonsultasi dengan pak Kabid, tandasnya.

Kami dua membuat solusi dengan mengubah RAB untuk mengembalikan ini. Tapi pak jangan paksa saya ambil uang, tidak bisa ini; saya mau ambil uang dari mana? Terlepas dari minta uang dari orang tua atau tidak itu bukan urusan tetapi kalo mereka bilang kami tidak mau terima saya kembalikan uang tetapi jangan paksa saya terima rapor dengan sampul, tuturnya.

Jadi konsep akhir adalah siap untuk dilakukan revisi dan saya sudah revisi dan bawa ke sana. Sebenarnya tadi tu rencana untuk mengambil rekomendasi pencairan dan beliau (Kabid) bilang 150 ribu kurang. Ya sudah yang penting jangan keluar dari aturan, saya tidak suka atau melakukan sesuatu yang keluar dari aturan karena pada prinsipnya itu semua untuk sekolah, kata pimpinan SMPN 3 itu. (VH/ SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan