oleh

Gara-Gara BPJS Kabupaten Kupang Salah Data, Direktur RSUD Naibonat ‘Dibully’

Foto: dr. Erol Nenobais Direktur RSUD Naibonat-Kabupaten Kupang

RADARNTT, Oelamasi – Pimpinan BPJS Kabupaten Kupang Selvi Kadju Keliru dalam menyampaikan data klaim BPJS RSUD sebesar 19 milyar sempat menimbulkan ketegangan sesaat dalam rapat bersama Wakil Bupati diruang Rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang (Jumat, 14/06/2019).

Direktur RSUD Naibonat dr.Erol Nenobais saat ditemui RADARNTT mengatakan, “Selama ini kami tidak ada persoalan dengan klaim BPJS. Angka yang disuguhkan oleh pihak BPJS itu sesungguhnya  akumulasi dari tahun 2015 hingga 2018.
Saya kaget mendengar pernyataan itu, semestinya pihak BPJS cek dan ricek sebelum disampaikan dalam rapat sebab kejadian kemarin sebenarnya tidak perlu terjadi apabila ibu Selvy menyampaikan secara benar, saya seperti ‘dibully’ apalagi sempat menjadi viral seolah olah saya tidak beres, tutur dr. Erol dengan nada kecewa” (Selasa, 18/06/2019).

Seperti yang diberitakan sejumlah media pihak BPJS Kabupaten Kupang sempat meminta maaf kepada pihak RSUD dan Pak Wakil Bupati Kupang karena salah menyampaikan laporan. “Data riil kami sudah diserahkan pada pak wakil dan sudah kami sinkronkan dengan data Pihak RSUD ditahun 2017 dan 2018,″ ungkap Kadju kepada wartawan.

Data yang disampaikan dirinya saat rapat bersama di Dinkes, Setoran total Rp. 19 Milyar merupakan akumulasi klaim RSUD Naibonat Sejak Tahun 2015. Diberitakan sebelumnya, BPJS Oelamasi , Selvi Kadju mengaku menyetor klaim BPJS oleh Manajemen RSUD Sebesar Rp. 19 Milyar lebih tahun 2018.

Pihak rumah sakit membantah menerima uang sebesar itu. Kepala Tata Usaha RSUD Maher Ora mengaku hanya menerima uang sebesar Rp. 6 Milyar lebih.

Mendengar pernyataan kedua belah pihak tersebut, lantas membuat kaget wakil Bupati Kupang Jerry Manafe.

Dengan nada tinggi Manafe bertanya, Siapa yang putar balek disini, Pihak RSUD Atau kalian BPJS, ungkap wabup saat rapat bersama Kepala Dinas Kesehatan dr. Robert Amaheka, Pimpinan BPJS Kabupaten Kupang Selvie Kadju, Perwakilan RSUD Naibonat, Perwakilan RSUD Prof.W.Z Yohanes, dan LSM Unicef Di ruang pertemuan dinas Kesehatan Kabupaten Kupang (Obor Nusantara, Jumat 14/06/2019).

Pada tahun anggaran 2018 kami dari pihak BPJS Kabupaten Kupang sudah membayarkan uang klaim Pasien BPJS kepada pihak rumah sakit baik itu berupa BPJS dan  Dan JK3 sebesar 19 miliar lebih, papar Kadju.

Sementara Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Maher Ora membantah, sebab menurutnya, data yang disampaikan oleh Kepala BPJS sangat bertentangan dengan dana yang diterima pihak RSUD Naibonat.

Maher Ora menyatakan,  dana klaim yang dibayarkan oleh pihak BPJS tidak sesuai dengan Laporan BPJS karena dana yang diterima hanya mencapai 6 miliar lebih. Sehingga target pendapatan Rp.9 Milyar tidak tercapai pihak RSUD.

Data yang disajikan oleh ibu Selvie tidak mungkin benar karena sesuai dengan target capaian kami di tahun 2018 hanya 9 miliar kok bisa bayar sampai 19 miliar. kalau memang demikian pasti pendapatan kami meningkat bukan tidak mencapai target tegas Maher kala itu.

Sesungguhnya klaim BPJS Oleh RSUD Naibonat ditahun 2018 hanya Rp.4.572.861.724. Bukan Rp.19 Milyar lebih seperti yang dilaporkan Kepala BPJS Kabupaten Kupang, tegas Erol Nenobais.

“Setiap bulan kami selalu koordinasi dengan BPJS dan kedepan hal seperti ini kita berharap tidak terulang lagi, selain itu tuduhan pihak tertentu bahwa pihaknya sering ambil uang diloket, hal itu sangat tidak benar karena semua keuangan ditransfer ke rekening rumah sakit karena memang tidak ada uang cash, apalagi setiap tahun ada pendampingan dari BPK dan laporan ke BPKP jadi tidak ada ruang untuk mengotak atik sumber pendapatan RSUD seenaknya,” tutup Direktur RSUD Naibonat. (TIM REDAKSI/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan