oleh

Sidang Praperadilan, Kuasa Hukum Temukan Kejanggalan dalam Berkas Penyidikan Jimi Ketua

-Hukrim, Mabar-1.038 views

RADARNTT, LABUAN BAJO,- Antonis Ali, Kuasa Hukum Jimi Ketua salah satu tersangka dugaan kasus korupsi proyek jalan Lando-Noa, Kecamatan Macan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mengaku menemukan kejanggalan proses penyelidikan Polres Mabar dalam perkara dugaan korupsi yang merugikan negara 900 juta tersebut.

Demikian disampaikan Antonius Ali dalam kesimpulan sidang gugatan praperadilan yang diajukan Jimi Ketua. Kamis, (28/9/2017) di Pengadilan Negeri (PN) Labuan Bajo dengan agenda Kesimpulan Permohonan dan termohon.

Dikatakan Antonius, kejanggalan itu  seperti tanggal laporan polisi terhadap Jimi Ketua pada tanggal 11 September 2015. Namun, pihak polisi mengirim surak ke Politeknik Negeri Kupang pada 1 Agustus 2015 dan pihak Politeknik turun ke lokasi pada 15 Agustus 2015.

“Dari runutan proses tersebut, artinya Polisi mulai meminta ahli Politeknik Kupang sebelum adanya laporan polisi Jimi Ketua,” kata Ali kepada radarNTT.

Dikatakannya, sangat mustahil pihak Polisi melakukan pemeriksaan fisik dan mutu pekerjaan mendahului laporan polisi. Seharusnya, terlebih dahulu laporan polisi kemudian baru pemeriksaan fisik dan mutu pekerjaan.

Sehingga, fakta ini menguatkan hasil pemeriksaan fisik dan mutu pekerjaan yang dilakukan oleh tim ahli Politeknik Kupang penuh dengan rekayasa.

“Oleh karena itu kita minta Polisi hentikan penyidikan Jimi Ketua karena polisi mengunakan hasil pemeriksaan yang rekayasa,” tegas Ali.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Mabar, Iptu Dewa Ditya,S.Ik mengaku pihaknya lebih awal mengumpulkan bukti permulaan dengan meminta tim ahli dari Politeknik Kupang untuk melakukan pemeriksaan fisik dan mutu pekerjaan.

Berdasarkan bukti awal itu, pihaknya menaikan status penyelidikan ke penyidikan.

“Salah satunya dari hasil penelitian Politeknik Kupang itu kita menaikan status dari penyelidikan ke penyidikan atau menerbitkan laporan polisi model A,” kata Ditya seperti yang dilansir Voxntt.com.

Sidang lanjutan dengan agenda keputusan akan digelar 02 Oktober 2017 mendatang, di PN Labuan Bajo.

Komentar

Jangan Lewatkan