oleh

DPRD NTT Tolak Pembangunan Sarana Wisata Alam di TNK

-Mabar, WisBud-1.025 views

 

Ket: Ketua DPRD Provinsi NTT Anwar Pua Geno Sumbang Sapi Ke Manggarai Barat Dalam Perayaan Idul Adha Tahun Ini

RADARNTT, Labuan Bajo — Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno menegaskan menolak pembangunan sarana wisata alam di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) oleh PT. Segara Komodo Lestari di Pulau Rinca.

“DPRD NTT menolak segala bentuk investasi yang mengatasnamakan konservasi di kawasan Taman Nasional Komodo ya. Sebab Komodo sebagai binatang langkah itu harus dijaga agar tidak ditelan jaman,” kata Anwar kepada wartawan di Labuan Bajo (Rabu, 22/08/2018).

Dikatakan Anwar secara kelembagaan DPRD NTT akan melaporkan penolakan tersebut ke Presiden Joko Widodo di istana.

“Secara kelembagaan akan menyampaikan penolakan ini ke Bapak Presiden. Tentu ini menjadi perhatian DPRD dalam memperjuangkan aspirasi rakyat NTT. Saya telah mengetahui bahwa semua Fraksi DPRD Manggarai Barat juga memiliki sikap menolak, jadi pemerintah mestinya wajib mengamankan sikap DPRD sebagai mitra terbaiknya,” tegas Anwar.

Anwar mengharapkan pemerintah harus mempertimbangkan lebih matang setiap kebijakan perijinan terhadap investor yang masuk di Manggrai Barat.

“Kita tidak menolak investor masuk ke NTT, tetapi bijaknya harus mempertimbangkan konsep ekologis sesuai karakter wilayah di NTT,” kata Anwar.

Untuk diketahui, saat ini pembanguan sarana wisata alam di pulau Rinca oleh investor menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat Manggarai Barat. Tak sedikit yang menolak adanya pembangunan itu.

Meskipun DPRD termasuk pelaku pariwisata Manggarai Barat dengan tegas menolak pembangunan sarana wisata alam di Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), namun tidak demikian dengan pemimpin daearah Manggarai Barat Agustinus Ch Dulla.

Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dula menyetujui pembangunan sarana wisata di Taman Nasional Komodo (TNK).

Menurutnya, PT yang membangun sarana wisata tersebut membawa manfaat bagi masyarakat Manggarai Barat.

“Saya kira, pembangunan sarana wisata alam oleh PT ini untuk jaga konservasi. Kehadiran dua PT ini bagi saya membawa manfaat asalkan masyarakat diperdayakan,” katanya.

Dikatakan Dulla, kehadiran PT. Segera Komodo Lestari tersebut bisa menjadi sumber pendapatan daerah bagi Manggarai Barat.

“Dan saya punya keinginan agar kawasan TNK dengan kehadiran dua PT ini menjadi narasumber. Sumber biaya pendidikan sekolah, sumber paramedis, sumber-sumber air bersih. Menurut saya terkait pro (setuju) dengan PT ini, ya saya pro,” tutur Dulla.

Saat ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diwakili oleh Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno dan tim terpadu sedang melakukan investigasi pembangunan tersebut. (MH/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru