oleh

Isu Pantai Pede Diungkit Kembali, Ferry Adu Beri Tanggapan

Foto: Ferry Adu Mantan Aktivis Pantai Pede

RADARNTT, Labuan Bajo – Mantan aktivis Pantai Pede Florianus Adu menanggapi sejumlah isu tentang Pantai Pede yang kembali muncul ke publik menjelang Pilkada Mabar. Ia menuding orang yang membangun kembali isu pantai pede dianggapnya sebagai orang-orang menunjukan pola pikir yang tidak waras. “Menurut saya, orang-orang yang membangun kembali isu Pantai Pede ke ruang publik adalah orang-orang yang hendak menunjukkan cara berpikir yang tidak waras kepada masyarakat,” ujarnya (Jumat, 07/062019).

Menurutnya, sudah banyak orang mengaku diri orang cerdas di Pantai Pede tetapi mereka itu sebenarnya pembohong besar alias “jopak” orang Mabar bilang.

“Tukang tipu tapu semua mereka itu. Mereka berbohong bahwa Mendagri sudah buat surat teguran ke gubernur agar serahkan Pede ke Mabar. Kebohongan itu mereka tumpuk lagi dengan kebohongan lainnya bahwa Bupati Mabar juga sudah ditegur Mendagri agar wajib terima penyerahan Pede dari gubernur,” ujar Ferry.

Tumpukkan kebohongan berikutnya, lanjut Ferry, mereka bilang bahwa Mendagri sudah tulis surat ke PT SIM agar PT SIM segera tinggalkan Pantai Pede. “Tumpukan kebohongan ini ketahuan ketika cek ke gubernur, bupati dan PT SIM dan ternyata gubernur, bupati dan PT SIM tidak pernah mendapat surat teguran dari Mendagri. Anehnya, copy surat fiktif dari Mendagri itu tidak pernah diekspos ke media online atau medsos,” ujarnya.

Ia menegaskan, Hanya orang yang tidak waras saja yang bisa percaya atas kebohongan-kebohongan tersebut. “Ketika kebohongan-kebohongan itu ketahuan, mereka-mereka itu melakukan demo yang tidak santun dengan bikin “Compang” di Pantai Pede, demo bongkar pagar orang dan usung peti mati ke Kantor Bupati. Hanya orang yang tidak waras yang lakukan hal-hal seperti itu,” ujarnya.

Komentar lain, Ferry menyebutkan bahwa ada aktivis-aktivis yang menyebar berita bohong kemana-mana bahwa sertifikat tanah Pantai Pede atas nama Provinsi itu palsu. Tetapi aktivis-aktivis itu tidak bisa tunjukkan sertifikat yang tidak palsu itu seperti apa.

“Tetapi bersyukur bahwa rakyat Mabar itu waras, cerdas dan santun, tidak mau ikut-ikutan dijebak oleh hasutan-hasutan dari aktivis-aktivis provokator itu,” ujarnya.

Selain isu Pantai Pede, Ferry Adu juga mengomentari soal kabar yang berhembus bahwa ada tumpukan sampah di Pantai Pede. Ia menjelaskan bahwa isu sampah di Pede hanya mainan politik orang-orang tertentu atau kelompok tertentu saja. “Sebab kalau isu sampah itu tidak ada unsur politiknya mengapa mereka tidak angkat isu sampah di pasar, di TPI dan tempat-tempat lain di Mabar, atau ketika mereka yg melihat, memotret sampah di pede lalu mereka sertai dgn aksi membersihkan sampah? demi logika keinginan Pantai pede sebagai akses/area publik…..Ya, karena Pantai Pede itu ibarat gadis cantik yang selalu jadi rebutan pria-pria hidung belang. Mereka salah duga bahwa Pantai Pede itu seperti gadis murahan yang mau saja diajak kencan oleh pria sembarangan,” ujarnya.

“Ya menurut saya isu Pantai Pede mulai diangkat lagi karena tahun depan Mabar mulai lagi dengan hajatan pilbup,” ujarnya.

Menurutnya, pada tahun 2015 lalu isu Pantai Pede dipakai untuk mendongkel Gusti Dula yang akan bertarung merebut kursi Bupati untuk kedua kalinya.

Kaki tangan-kaki tangan dari pesaing Gusti Dula saat itu lempar fitnah bahwa Pantai Pede jadi mahar politik Gusti Dula untuk mendapatkan dukungan dari Frans Lebu Raya sebagai Ketua DPC PDIP NTT.

“Ya sama seperti fitnah terhadap Jokowi jelang pilpres 2019 bahwa Jokowi anak PKI, keturunan Tionghoa, tukang bikin utang Dan lain-lain.Tetapi karena rakyat Indonesia semuanya sudah waras maka mereka tidak termakan oleh fitnah-fitnah tersebut. Lebih dari 50 persen rakyat Indonesia tetap pilih Jokowi,” ujarnya.

Begitu juga masyarakat Mabar, mereka tidak termakan oleh hasutan dan fitnah bahwa Gusti Dula jadikan Pantai Pede sebagai mahar politik. Sehingga fitnahan-fitnahan itu tidak sedikit pun mengganggu Gusti Dula merebut kursi Mabar 1 untuk periode keduanya pada 2015.

‘Maka sia-sia kalau ada cabup atau pengusaha yang menjadi sponsor demo di Pantai Pede. Masyarakat sudah bosan dengan kebohongan-kebohongan dan ketidakwarasan-ketidakwarasan yang diteriakkan dalam demo-demo di Pantai Pede,” ujarnya. (RIO/SET/R-N)

Komentar