oleh

Perangi Sampah, KMPK Kupang Libatkan Diri Kampanye Kebersihan Di Labuan Bajo 

Foto: Kesatuan Mahasiswa Pelajar Komodo (KMPK) – Kupang Perangi Sampah Di Kota Labuan Bajo

RADARNTT, Kupang – Sebagai wujud nyata mengaktualisasikan diri dan rasa keprihatinan terhadap kondisi daerah, Kesatuan Mahasiswa Pelajar Komodo (KMPK) – Kupang, terus melaksanakan rutinitas organisasinya dengan melaksanakan kegiatan Kemah Kerja Bakti Mahasiswa (KKBM) di Ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo.

Kegiatan ini berlangsung pada Hari Senin 29 Juli 2019, dengan agenda kampanye kebersihan sekaligus aksi kebersihan pada tiga titik di Kota Labuan Bajo, yaitu di Pasar Batu Cermin, di Tempat Penjualan Ikan (TPI), dan Pasar Baru.

Suasana Sosialisasi Pentingnya Kebersihan Lingkungan Di Kota Pariwisata Labuan Bajo

Ketua Panitia Kemah Kerja Bakti Mahasiswa (KKBM) Kanisius Weli Waldus menyampaikan,  “Kampanye kebersihan yang dilaksanakan oleh KMPK-Kupang di Kota Labuan Bajo disertai pesan-pesan yang kritis dan edukaktif  terutama pentingnya kebersihan Kota Labuan Bajo dalam menunjang pariwisata Manggarai Barat. Pesan-pesan tersebut disampaikan oleh  orator-orator KMPK – Kupang dengan perangkat aksi yang dipersiapkan.

Titik start kampanye kebersihan dan aksi kebersihan yang dilakukan KMPK – Kupang yaitu dari sekretariat bersama di Waebobo langsung menuju Kantor Dinas Lingkungan Hidup untuk mengikuti seremonial seremonial pembukaan bersama dinas terkait, Dinas Lingkungan Hidup yang diwakili Kepala Bagian Kebersihan.

Mahasiswa UNWIRA tersebut melanjutkan, Anggota KMPK – Kupang yang mengikuti kegiatan ini merupakan  bentuk aksi nyata kaum muda Manggarai Barat khususnya kader KMPK-Kupang dalam mendukung proses pembangunan Manggarai Barat sebagai Kota Pariwisata.

Kegiatan ini juga dilakukan untuk mengatasi berbagai  masalah di Kota Labuan Bajo akibat darurat sampah. Salah satunya adalah wabah penyakit demam berdarah yang merenggut banyak nyawa pada bulan terakhir. Juga sebagai upaya untuk mengatasi kekuatiran wisatawan asing maupun lokal yang datang ke Labuan Bajo karena trauma dengan wabah ini, ujar Weli Waldus.

Sementara itu Ketua Umum KMPK Kupang, Periode 2018/2019, Kornelis Arselius Diri dalam menyatakan, bahwa Labuan Bajo sebagai Kota Pariwisata sedang mengalami darurat sampah. Saya mengajak masyarakat Manggarai Barat khususnya masyarakat Labuan Bajo untuk kita sama-sama terlibat aktif mengambil bagian dalam membangun Labuan Bajo sebagai Kota Pariwisata.

Sebagai Organisasi pembinaan dan pengkaderan yang berlandaskan kekeluargaan dengan mengedepankan rasa senasib dan sepenanggungan. KMPK-Kupang  turut andil dalam menjawab tuntutan wisatawan mancanegara terkait kondisi Kota Labuan Bajo yang selalu ditumpuki beragam sampah.

Selain itu Aktivis PMKRI Cabang Kupang tersebut mengatakan, bahwa akan lebih mudah mengatasi masalah sampah di Labuan Bajo apabila ada kesadaran dari masyarakat untuk sama-sama perangi sampah di Kota Pariwisata ini.

Kegiatan tidak hanya dilaksanakan di Pusat Kota, tetapi KMPK-Kupang akan melanjutkan KKBM di Desa Tiwu Nampar sebagai aksi nyata untuk turut  berbagi dan merasakan kondisi masayarakat di Desa. (UMBU/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan