oleh

Ba’i Kauk Nama Yang Tak Asing Di Telinga Pasien Patah Tulang

-Info, Malaka-398 views

Foto: Ba’i Kauk Saat Menangani Pasien Yang Mengalami Patah Kaki

RADARNTT, Betun – Sosok sederhana yang biasa disapa Ba’i Kauk sudah banyak menolong pasien- pasien yang mengalami patah tulang.

Lahir 80 tahun silam di Desa Weoe asal Suku Uma Betaran dari 6 bersaudara, memiliki kharisma tersendiri dalam melayani sesama, terutama yang berkaitan dengan patah tulang baik akibat kecelakaan di jalan raya, bermain sepak bola ataupun jatuh dari pohon.

Sudah banyak pasien patah tulang yang datang dari berbagai tempat untuk berobat. Dari pasien yang datang hampir 98 persen merasa puas dengan pelayanan Ba’i Kauk karena sembuh.

Blasius Seran Tetik adalah nama permandiannya, tapi jarang pasien panggil nama tersebut, ia lebih suka dipanggil dengan nama Ba’i Kauk.

Meskipun hampir setiap waktu ada pasien patah tulang yang datang ke kediaman Weoe – Alasdiin, Ba’i Kauk selalu memberikan pelayanan yang terbaik hingga pasien sembuh. Rata- rata pasien yang patah tulang akan dirawat kurang lebih 2 – 3 bulan, dan sudah bisa berjalan kembali.

Kepada  radarntt.co Ba’i Kauk mengatakan : “Banyak sekali dukun ataupun kakaluk yang bisa tangani pasien patah tulang tapi pada akhirnya gagal atau tidak bisa sembuh karena orientasi salah yaitu nanti kalau pasien sudah sembuh dari keluarga pasien akan kasih uang yang banyak. Hal Itu salah menurut Ba’i Kauk yang sudah tangani pasien patah tulang selama puluhan tahun.

“Yang namanya kharisma itu untuk menolong orang yang membutuhkan dan diberi cuma-cuma oleh Mahakuasa, iya kita juga berbagi untuk sesama kita yang membutuhkan dan harus melayani dengan hati,” kata Ba’i Kauk.

Lebih lanjut, ia berharap dengan usia yang tidak muda lagi, akan ada pengganti dirinya untuk melanjutkan pekerjaan mulia ini. Walaupun sudah tidak bepergian ke luar kota menerima permintaan dari pasien, tetapi Ba’i Kauk dengan senang hati menangani pasien yang bersedia berobat langsung ke tempatnya di Weoe – Alasdiin, Kecamatan Wewiku  di Kabupaten Malaka. (AB/SET/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan