oleh

EVALUASI PROGRAM PADAT KARYA TUNAI DESA DI KABUPATEN MANGGARAI.

Ket: Rapat evaluasi Plt. Kadis PMD Sahadoen Silvester Saldi, ST dengan Para Pendamping Desai

RADAR NTT, Ruteng — Program Padat Karya Tunai di desa merupakan instruksi langsung oleh presiden Joko Widodo untuk pelaksanaan anggaran tahun 2018 di desa.

Penerapan program tersebut di laksanakan dalam rangka penyerapan tenaga kerja di desa yang di formulasikan dalam Padat Karya Tunai, penerapan Padat Karya Tunai kepada desa di Kabupaten Manggarai belum berjalan efektif di karenakan persolan situasi dan kondisi sosial yang berada di setiap desa.

Hal itu menjadi pembahasan krusial dalam agenda rapat evaluasi pendamping desa dengan Dinas PMD Kabupaten Manggarai Provinsi NTT di Aula sekretariat Tenaga Ahli Pendamping Desa di tingkat kabupaten (21/08/2018).

Sela rapat evaluasi Plt. Kadis PMD Sahadoen Silvester Saldi, ST mengatakan pola penerapan Kegiatan Padat Karya Tunai tidak selamanya di terapkan pada sifat pekerjaannya terlalu berat, tetapi lebih pada kegiatan yang sifatnya kecil seperti pembangunan Dewker, Rabat Beton, TPT, karna sifat pekerjaanya mudah dan dapat dilaksanakan oleh seluruh masyarakat, ketimbang Padat Karya Tunai monoton di pembukaan jalan baru.

Tidak mungkin efektif kegiatan Padat Karya Tunai jika konstruksi pekerjaanya terlalu berat misalnya kegiatan pembukaan jalan baru dengan kondisi tanah lebih banyak cadasnya, jika demikian kondisi jalannya maka kegiatan tersebut membutuhkan keahlian khusus, kata Saldi.

Ia menambahkan, monitoring yang ketat dari pendamping sangat di butuhkan, karna pendamping merupakan perpanjang tangan pemerintah di desa, dan harus memastikan bahwa semua kegiatan harus di laksanakan.

Lebih lanjut dikatakan, program padat karya tunai wajib dilaksanakan oleh desa, program ini merupakan perintah langsung dari Presiden Jokowi dan menjadi program nasional dengan tujuan agar masyarakat diberdayakan dari ekonominya.

Saldi berharap, perencanaan di desa untuk tahun anggaran 2019 dapat di kawal ketat oleh teman teman pendamping, yaitu mulai dari Musdes hingga pada penetapan APBDes, sehingga diharapkan semua program bisa di jalankan dengan baik, sebab apapun hasil kegiatanya nanti tetap perencanaan yang menjadi kata kuncinya.

Untuk diketahui dari 145 desa di Kabupaten Manggarai, yang menjadi sasaran program kusus Padat Karya Tunai adalah 10 desa dan menjadi pilot projek dari pemerintah pusat, sementara desa yang lain tetap menjalankan Padat Karya Tunai denga pola Harian Orang Kerja 30 persen dari kegiatan fisik yang menggunakan dana desa. (AJ/SET/RN)

Komentar