oleh

Agustinus Ganggut Arsitektur Baru Menata Manggarai

Foto: Ir. Agustinus Ganggut, MT.

RADARNTT, Ruteng – Insinyur Agustinus Ganggut, MT, sosok yang akrab disapa Gusti Ganggut merupakan salah satu calon terkuat dari rival lainnya pada bursa pemilihan kepala daerah di Kabupaten Manggarai Periode 2020 – 2024 mendatang.

Berbekal pengalaman sejak tahun 1986 menjadi ASN, beberapa kali menjabat Kepala Dinas, hingga sekarang sebagai Staf Ahli bidang kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia dilingkungan pemkab merupakan pengalaman yang sangat cukup bagi dirinya untuk bisa memimpin Manggarai. Ia sangat optimis mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat Manggarai.

Kepada media ini Alumni Universitas Gajah Mada yang akrab di sapa Gusti Ganggut itu menjelaskan, menjadi seorang pemimpin itu tidaklah muda, harus memiliki pengalaman yang cukup, tahu tentang tata kelola pemerintahan dan yang paling penting menempatkan orang pada jabatannya sesuai disiplin ilmu serta kemampuan yang dimiliki (Kamis, 05/09/2019).

“Berbekal pengalaman cukup lama di birokrasi, bagi saya tidak ada hambatan terkait pengetahuan tentang tata kelola pemerintahan,” tuturnya

Kemudian kata Gusti, seharusnya yang paling penting ada kompetisi di internal birokrasi supaya berlomba lomba menjadi yang terbaik.

“Siapa yang berprestasi harus dikasih penghargaan, jabatan birokrasi itu bukan karena like and dislike melainkan karena berprestasi,” tuturnya.

Hal lain juga dijelaskannya, “Menjadi seorang pemimpin harus memahami kebutuhan riil masyarakat, apa yang menjadi usulan melalui musrenbangdes, musrenbangcam oleh masyarakat harus terjawab.”

“Jika saya diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk memimpin Manggarai, maka hal yang paling penting saya lakukan adalah menjawab soal kebutuhan riil masyarakat yang diusulkan oleh mereka sendiri melalui musyawarah di tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten, karena usulan itu sesuai yang mereka alami sendiri di wilayahnya.”

Gusti menekankan, sangat penting ada sinergitas antara pemkab dan pemdes terkait pembangunan, baik pembangunan infrastruktur maupun pembangunan manusianya atau pemberdayaan, karena pemerintahan desa sangat tahu persis, baik soal data potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia di tengah masyarakat.

“Karena objek dan subjek pembangunan kan lebih banyak di desa, pemerintah jangan asal turun program, mestinya harus melihat potensi ada di desa itu sesuai kebutuhan mereka, dan tentu harus dikawal betul agar tepat sasaran.”

Ia menambahkan, jangan jadikan kepala desa seolah olah bawahan kita, kita mesti harus menghargai hak desa yang dilindungi oleh UU Tentang Desa.

“Ingat pemerintah desa itu garda terdepan membangun bangsa ini, makanya diberi otoritas tersendiri yang dilindungi oleh UU no 06 tahun 2014 tentang desa, dimana negara sudah mengakui hak desa yaitu hak asal usul dan kewenangan lokal berskala desa dan wajib bagi bupati untuk membuat Perbup soal hak itu.”

Diterangkan Gusti, pentingnya menghargai pengabdian mereka dengan mendapatkan honor yang layak khususnya LINMAS, RT/RW, dan lain sebagainya, karena bagaimana mungkin mereka bekerja secara totalitas namun honor yang mereka dapatkan kecil, tidak sesuai beban kerja.

“Tak kalah pentingnya sinergi dengan tokoh adat dan agama, rangkul mereka sebagai lembaga yang sangat terhormat, sebab mereka tokoh yang bisa menyelesaikan segala persoalan di masyarakat, kita dorong DPR untuk buat Perda soal keberadaan dan fungsi mereka,” ucapnya.

“Kenapa di daerah lain saja peran tokoh adat sangat besar dan sangat membantu pemerintah, tetapi di Manggarai mereka tidak diperhatikan sama sekali,” tanya Gusti Ganggut.

Sehingga jika saya diberi kepercayaan, maka pembangunannya harus mulai dari luar, dari pelosok-pelosok, seperti halnya yang dilakukan oleh presiden kita, membangun Indonesia dari pinggiran, baik infrastruktur maupun manusianya, lebih khusus penyandang disabilitas.

“Saya adalah seorang insinyur sangat paham tentang pembangunan, layaknya insinyur lainnya yang sukses membangun bangsa ini, pola saya membangun harus melalui kajian dari bawah, dan harus menggunakan data akurat,” pungkasnya. (TIM/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan