oleh

Lima TPS Di Kabupaten Manggarai Akan Lakukan Pemungutan Suara Ulang

RADARNTT, Ruteng –  Pengawas TPS di Kabupaten Manggarai merekomendasikan pemungutan suara ulang (PSU) di dua kecamatan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur.

Pemungutan suara ulang tersebut di rekomendasikan ke KPU Manggarai karena adanya temuan pelanggaran terkait data pemilih oleh pengawas TPS di dua kecamatan itu.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Manggarai Fortunatus Alfan Manah kepada RADARNTT  menyampaikan, “Ada Lima TPS yang direkomendasikan untuk dilakukan pemungutan suara ulang oleh pengawas TPS yakni TPS 03 dan TPS 04 Kelurahan Wali Kecamatan Langke Rembong dan TPS 05 di Kajong, TPS 03 di Toe dan TPS 01 di Torong Koe Kecamatan Reok Barat (Minggu, 21/04/2019).”

Alfan menjelaskan, Di TPS 03 Desa Toe, dua orang pemilih yang sudah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap Kecamatan Langke Rembong memilih di TPS tersebut dengan menggunakan fasilitas pemilih DPK (Daftar Pemilih Khusus). Sementara definisi DPK, lanjut Alfan merupakan pemilih yang memiliki hak pilih namun belum terdaftar di DPT. Pemilih kategori ini dapat menggunakan hak pilihnya cukup dengan membawa KTP Elektronik atau Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Prinsip pendataan pemilih dalam pemilu hanya satu kali, bukan dua kali hal itu diatur dalam pasal 198 Ayat 2 Undang-Undang 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum,” tuturnya.

Dikatakan Alfan, ketika pemilih bersangkutan sudah terdaftar sebagai pemilih DPT maka yang bersangkutan tidak dapat mendaftar kembali sebagai pemilih DPK yang menggunakan fasilitas KTP Elektronik atau SUKET yang dikeluarkan Disdukcapil.

kemudian ia menambahkan, Pemilih DPT dapat mengajukan pindah memilih dengan menggunakan fasilitas A5 pindah memilih. Namun konsekuensinya, pemilih yang menggunakan fasilitas A5 dan pindah lintas Daerah Pemilihan dalam satu kabupaten maka yang bersangkutan hanya memperoleh 4 surat suara saat memilih di TPS, bukan 5 surat suara. Dan yang bersangkutan itu tidak memperoleh surat suara DPRD Kabupaten/Kota.

Hal yang sama terjadi di TPS 01 Torong Koe, Kecamatan Reok Barat, dimana pemilih atas nama Engelbertus Bo yang sudah terdaftar sebagai pemilih kategori DPT di Kecamatan Langke Rembong, menggunakan hak pilihnya dengan menggunakan fasilitas pemilih DPK dan menerima lima surat suara dari KPPS. Semestinya yang bersangkutan dapat pindah coblos ke TPS 01 Desa Torong Koe dengan menggunakan fasilitas DPTb atau pemilih yang pindah memilih.

Resiko menggunakan fasilitas DPTb, pemilih hanya menerima 4 surat suara tanpa surat suara DPRD Kabupaten/Kota. Karena itu menurut Alfan di dua TPS ini Pengawas TPS merekomendasikan untuk dilakukan PSU.

Sedangkan di TPS 05 Desa Kajong, pemilih atas nama Viktoria Onas menggunakan hak pilih dengan fasilitas KTP Elektronik dengan alamat Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur tanpa mengurus dokumen A5 atau pindah memilih.

Alfan juga menjelaskan, Mekanisme rekomendasi PSU itu dilakukan oleh Pengawas TPS kepada KPPS, dari KPPS kemudian membuat surat dan menyampaikan kepada KPU Kabupaten Manggarai dan KPU Kabupaten Manggarai yang memutuskan dilaksanakannya PSU atau tidak.

Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Manggarai, Rikardus Jemmy Pentor dihubungi via WhatsApp menuliskan, Sudah mengeluarkan keputusan dan ketetapan untuk PSU di Lima TPS yaitu Dua TPS di kecamatan Langke Rembong dan Tiga TPS di Kecamatan Reok Barat (Minggu, 21/04/2019).

Kami sudah buat SK dan ketetapan KPU Manggarai terkait pelaksanaan PSU di Lima TPS yang akan dilaksanakan serentak tanggal 27 April 2019 mendatang, tulisnya. (ADI/SET/RN)

Komentar