oleh

Pasca Kisruh Sopir Travel Dan Oknum Ojek Di Destinasi Wisata Wae Rebo

Foto : Rapat Evaluasi dan Refleksi Pelayanan Kadis Kebudayaan Dan Pariwisata Manggarai Bersama Sejumlah Elemen

RADARNTT, Ruteng  – Pasca terjadi kisruh antara oknum ojek dan sopir travel yang hendak mengantar tamu asing ke Wae Rebo Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta sejumlah elemen dan tokoh masyarakat melaksanakan rapat evaluasi dan refleksi pelayanan yang diselenggarakan di Kantor Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat Kabupaten Manggarai (Kamis, 20/06/2019)

Kepada RADARNTT  Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Manggarai Frumensius L. T. K mengatakan, kegiatan itu lebih pada mengevaluasi dan merefleksi agar praktek buruk dalam pengembangan Budaya dan Pariwisata tidak boleh terjadi lagi. (Rabu, 26/06/2019).

Bentuk kegiatan kemarin lebih banyak evaluasi dan refleksi agar praktek-praktek buruk dalam pengembangan budaya dan pariwisata yang sudah terjadi tidak boleh terjadi lagi dan menjadi pekerjaan bersama dari semua pihak, tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Kegiatan kemarin dibilang mediasi juga, mungkin kurang terlalu tepat karena korban sudah melapor ke Polsek Satar Mese untuk menyelesaikan hal yang menimpanya tersebut dan saat ini proses hukumnya sedang ditangani oleh Polsek Satar Mese, ungkap Frumensius.

Dijelaskan pula, Hasil penanganan jangka pendek, Polsek Satar Mese melanjutkan penanganan pelanggaran hukum sesuai prosedur sekaligus pembinaan, sementara Kades Satar Lenda membina dan menata organisasi ojek Wae Rebo.

Ojek di Wae Rebo tetap beroperasi dengan menerapkan secara konsisten sesuai kesepakatan awal pembentukannya antara lain santun, ramah, tidak memaksakan jasanya kepada tamu, menggunakan identitas dan kelengkapan/keselamatan berkendaraan, ungkapnya lagi.

Frumensius juga menyampaikan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata secara intens dan berkelanjutan membina semua komponen budaya dan wisata Wae Rebo untuk bergandengan tangan memajukan budaya dan pariwisata yang mampu mensejahterahkan masyarakat sesuai potensi dan kemampuan masing masing.

Hal yang sama juga dilakukan Komisi Budaya dan Pariwisata Keuskupan Ruteng, secara intens melakukan karya pastoral budaya dan wisata di Paroki Denge dan Keuskupan Ruteng, lalu untuk Lembaga Adat Wae Rebo akan bekerja sama dengan semua pihak sekitar Wae Rebo agar dapat menikmati bagian dari kue budaya dan wisata Wae Rebo.

Lebih jauh Frumensius menegaskan, pemerintah juga akan terus membangun dan mengembang aspek atraksi, aksesibilitas, amenitas, akomodasi, awarenes dan anciolaritas dengan spirit kearifan budaya Manggarai dan nilai nilai sapta pesona.

Secara periodik semua hal di atas akan dievaluasi implementasinya agar semakin optimal hasilnya, tutup Frumensius.

Untuk diketahui kegiatan tersebut dihadiri  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Frumensius L. T. K, Polsek dan Koramil Satar Mese, Komisi Budaya dan Pariwisata Keuskupan Ruteng, Pemerintah Kecamatan Satar Mese Barat, Pemerintah Desa Satar Lenda, Lembaga Adat Wae Rebo, Pemilik Penginapan di Dintor/Denge, Tokoh masyarakat Satar Lenda serta semua pengojek di Desa Satar Lenda (ADI JAYA/SET/R-N)

Komentar