oleh

Anggota BPD Desa Wejang Mali Tuding Pengelolaan Dana Desa ‘Kurang Beres’ 

RADARNTT, Borong – Pengelolaan dana desa (DD) Tahun Anggaran 2016 dan 2018 khusus pembukaan ruas jalan baru, yang dilakukan Kepala Desa Wejang Mali Kecamatan Pocoranaka Timur Matim NTT diduga kurang beres.

Disinyalir dalam pelaksanaan pekerjaan pembukaan ruas jalan baru yang berlokasi di RT/RW 03/08 Dusun Welu Desa Wejang Mali, tidak sesuai keputusan bersama BPD dalam musrembangdes .

Didalam RAPBDes musrembangdes, panjang volume fisik penggalian pembukaan ruas jalan baru tidak sesuai yang tertulis dipapan proyek. Begitu pula dengan anggaran biaya hasil ketetapan musrembangdes tidak sama seperti yang terpampang dipapan proyek.

Wandi Edos anggota BPD Desa Wejang Mali yang ditemui RADARNTT di kediamannya menerangkan, “Pengelolaan dana Desa Wejang Mali untuk pekerjaan fisik penggalian pembukaan ruas jalan baru yang dilakukan kepala desa diduga syarat Mafia.”

Diduga seperti itu, dimana dalam pelaksanaan pekerjaan, baik volume fisik ruas jalan yang dikerjakan maupun pagu anggaran dananya semuanya dirubah oleh kades, tandasnya.

Lebih lanjut Wandi Edos merincikan, selain merubah ukuran dan anggaran dana untuk paket pekerjaan. Selama 2 tahun anggaran pekerjaan fisiknya berada di lokasi yang sama, pekerjaan fisik tahun anggaran 2016, dengan panjang volume 521 meter, anggaran biaya Rp.375.000.000.- Namun dalam pertanggungjawaban kades, pekerjaan yang selesai Tahun 2016 itu, panjangnya hanya 83 meter dan biayanya Rp.144.000.000.

Berarti dari volume 521 meter yang terealisasi hanya 83 meter dan sisanya 238 meter, dan anggaran dana dari Rp.375.000.000 habis terpakai hanya sekitar Rp.144.000.000,- sisanya Rp.231.000.000,- terangnya.

Menurut Wandi, Dana Desa Tahun 2018 pekerjaan fisiknya sama seperti pekerjaan fisik Tahun 2016, yakni penggalian pembukaan ruas jalan yang berada dilokasi yang sama di RT/RW 03/08 menuju poros timur dengan panjang volume 514 meter dengan anggaran dananya Rp.225.000.000,- sesuai yang ditetapkan bersama BPD.

Tetapi pada pelaksanaan yang tercantum di papan proyek panjang volume 240 meter dengan biaya Rp.44.570.000,-

“Berarti sisa volume yang tidak dikerjakan, dari 514 meter dikurangi 240 meter sama dengan 274 meter. Begitu pula dengan biaya, dari 225.000.000 dikurangi dengan anggaran yang sudah terpakai sesuai yang tercantum di papan proyek yakni Rp.44.570.000 sama dengan 180.430.000. dan pertanyaannya uang yang sisa itu di kemana? tanya Mantan Kepala BPD Desa Wejang Mali.

Sementara itu Yulius Yono Sekertaris Desa saat dikonfirmasi di Kantor Desa Wejang Mali (Rabu, 13/03/2019) membenarkan pengaduan masyarakat, terkait perbedaan angka volume serta biaya bahwa hal tersebut. “Memang benar apa yang disampaikan masyarakat itu,” ungkapnya.

Menurut Yono, meski ada perbedaan angka dipapan proyek yang tidak sesuai hasil kesepakatan musrembangdes, mestinya masyarakat tidak melihat setengah saja, sebab di ruas jalan itu ada dua papan proyek terpasang, satu papan untuk telfor dan drainase.

Hal lain dikemukakan Paulus Jemui Kades Wejang Mali ketika dihubungi wartawan via seluler, “Tolong jangan mudah percaya dengan apa yang disampaikan masyarakat yang belum tentu ada kebenarannya.”  (Ricky/SET/RN)

 

Komentar