oleh

PAUD St. Lodoviko Benteng Jawa Galang Dana Buat Paulina Lawus

RADARNTT, Borong – Kekuatan bahasasa bisa menggugah hati siapa saja, melalui komunikasi baik serta mengorbankan hati dan jiwa untuk menolong dan rasa iba terhadap kehidupan orang lain, merupakan hal yang sulit dilakukan dalam hidup. Namun ini sangat enteng bagi Polisi yang satu ini, kalau berapa hari lalau media ini menulis kisah kehidupan seorang Janda tua satu anak yang hudup dan tinggal digubuk derita.

Kali ini Tim RadarNTT menggores perjuangan dan kerja keras Bhambinkabtimas Nampar Tabang Bribka Arsilinus Lentar, hanya untuk ‘mengeluarkan’ Janda Paulina Lawus dari gubuk derita itu. Senin, 04/04/2019

Rupanya pendekatan dan komunikasi baik dari Bribka Arsy terhadap Keluarga besar PAUD St Lodoviko Benteng, Manggarai Timur (NTT) membuat lambaga pendidikan tingkat usia dini ini juga menjatukan tekat untuk membantu Ibu Paulina Lawus dengan mengumpulkan rupiah yang paling kecil yakni Rp. 2.000 dengan cara menggalang Dana kemanusiaan untuk Ibu Paulina.

” Rp 2000 adalah sebuah nilai rupiah yang sangat kecil,  sangat kecil sekali namun bila kita bersama saya pikir angka Rp 2000 akan menjadi besar dan luar biasa. Hari ini sangat luar biasa bagi saya,  Rp 305.000 saya dapat dari kumpulan recehan Rp 2000 dari anak anak kita yang bergabung Di PAUD ST LODOVIKO.
Tuhan akan senantiasa menyertai, membimbing, melindungi dan memberkati kalian semua dan para suster.” ungkap Arsy

Kata Arsy, total sementara sumbangan kemanusiaan untuk bangun rumah layak huni dari Ibu Paulina, Per hari ini sebanyak Rp 7.300.000 .

Sesuai degan rancangan rumah yang akan dibangun buat Ibu Paulina, yakni ukuran 6 x 5 meter, dan membutuhkan biaya kurang lebih RP 25.000.000 .

Material lain seperti Batako sudah dicetak , dan saat ini masih membutuhkan banyak material seperti semen, besi beton, pasir, kayu, seng atap.

Untuk itu dirinya tetap berharap semua pihak yang tergerak hatinya untuk berpartisipasi dan memberikan bantuan, silakan menghubungi saya melalui no WA 081355518423. (Tim/RN)

Komentar