oleh

Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Komoditi, Pemdes Compang Kantar Bangun Infrastruktur Jalan

-Matim-47 Dilihat

RADARNTT, Borong – Pemerintah Desa Compang Kantar, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) membangun jalan lapisan penetrasi (Lapen), meski ditengah hantaman badai Covid-19.

Infrastruktur jalan lapen yang dibangun Pemdes Compang Kantar merupakan jalur penghubung kampung Golo Nderu menuju kampung Paka dan Pingga dengan jarak kurang lebih 880 meter dengan pagu Anggaran sebesar Rp 575.187.703,00.

Pejabat Sementara(PJS) Kepala Desa Compang Kantar, Mikael Jedeot, saat ditemui media ini di ruang kerjanya, (17/2) , mengatakan bahwa pengerjaan jalan menuju kampung Paka Pingga merupakan bentuk pemerataan pembangunan di desanya, pasalnya kata dia, di kampung Golo Nderu dan kampung Nehos sudah dibangun pada tahun sebelumnya.

Terkait proses pengerjaan jalan, ia mengaku, pengerjaan jalan tersebut seratus persen HOK, melibatkan seluruh masyarakat di dusun Paka Pingga. Namun, lanjutnya, ada tenaga hali atau teknis pembakar dan penyiram aspal adalah tenaga kerja yang memiliki skil dibidang itu, yang direkomendasi oleh mitra.

” Kita di desa ini tidak ada yang memiliki skil untuk membakar aspal dan penyiraman, dengan demikian kita datangkan dari luar, ada lima orang mereka,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jalur Golo Nderu menuju Paka Pingga merupakan jalur yang strategis yang turut menyokong perekonomian masyarakat desa. Hal itu kata dia, masyarakat di desanya khusus dusun Paka Pingga merupakan tempat hasil komoditi kemiri, cengkih dan Kakao.

Lebih lanjut ia menuturkan, dari 880 meter yang sudah dikerjakan, masih tersisa kurang lebih satu kilo meter yang belum tersentuh, hal itu disebabkan oleh keterbatasan dana Desa. Ia berharap agar, untuk bisa mendapat perhatian dari Pemda Matim, karena jalur Paka Pingga merupakan jalur penghubung Desa Compang Kantar dengan desa Gurung Liwut kecamatan Borong.

Terkait kehadiran jalan tingkat Lapen, yang menghubungkan kampung Golo Nderu menuju Paka Pingga sangat berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi dan membuka keterisoliran kampung Paka Pingga, pemdes Compang Kantar mendapat apresiasi dari warga Desa.

Konstantinus Jegagut, warga dusun Rendang yang mengajar di sekolah SDI Golo Nderu Wae Cobe, Desa Compang Kantar, mengatakan  dirinya sangat berterima kasih kepada Pemdes Compang Kantar atas pembangunan jalan yang menuju Paka Pingga sangat membantu pengguna jalan dan melancarkan transportasi warga serta mempermuda akses menuju kampung yang memiliki sumber komoditi kemiri tersebut.

“Kami sekarang sangat senang dan bahagia, sekarang dari rendang menuju Golo Nderu, jalan utama sedikit cepat dan mudah, karena jalan sudah diaspal. Sebelumnya, pada kondisi jalan bebatuan dan licin, kalau kami melintas sedikit lama, mencapai satu jam. Sekarang, cuma 30 menit,” tukasnya.

Kehadiran jalan lapen tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja pada saat proses pengerjaan. Pasalnya, pekerja berasal dari kampung Paka Pingga Desa Compang Kantar manfaatkan tenaga kerja dari kampung tersebut.

Hal itu diakui oleh Baltasar Nahas(43) asal Dusun Paka Pingga. Baltasar mengaku telah mendapatkan pekerjaan sebagai pekerja pada saat pengerjaan.
“Kami semua kerja dengan HOK yang disediakan oleh Desa,” ungkapnya.

Hal itu dibenarkan oleh ketua TPK, Yanto Rudi Haryono. Kata Yanto, penyerapan tenaga kerja pada saat proses pengerjaan proyek jalan tersebut melibatkan warga desa, khusus dusun Paka Pingga.

“Pada saat pengerjaan, yang turut bekerja, adalah warga dusun Paka Pingga. Hal itu sudah ditetapkan pada kesepakatan sebelumnya. Pada saat pengerjaan jalan di Kampung Nehos, yang berekja adalah warga kampung Nehos. Begitu juga di kampung Golo Nderu,” terangnya.

Terkait panjang jalan yang dikerjakan, kata Yanto, sepanjang 880 meter. Adapun pengerjaan yang lebih 3tiga meter, itu adalah hamparan material sudah yang dikerjakan diluar panjang 880 meter.

“Dari pada material yang disisah, ya mending hampar di ujung, sepanjang kurang lebih tiga meter. Saya melihat sepertinya ada yang rusak dan menilai kualitasnya kurang baik. Ya, karena di ujung ada tiga meter itu material sisa,” tukas Yanto.

Terkait pembangunan yang masih bertahap, ia berharap masih ada pembangunan lain yang harus dibuat oleh Desa, olehnya, kata Yanto, Masyarakat harus mendukung program pemerintah Desa.(Gun/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan