oleh

DP2KBP3A Matim Gandeng Komisi Keluarga Keuskupan Ruteng Tingkatkan Keluarga Berkualitas.

-Agama, Matim-65 Dilihat

RADARNTT, Borong – Panitia penyelenggara kursus persiapan perkawinan Katolik (KPPK) Gereja paroki Santu Paulus Mano, Kauskupan Ruteng bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menyelenggarakan KPPK kepada 48 pasangan selama dua(2) hari(18-19/2/2022).

Mikael Hibur, ketua panitia penyelenggara KPPK kepada media ini(18/02) menerangkan terdapat 48 pasangan yang sedang mengikuti kursus persiapan pernikahan. Dari 48 pasang yang ada, kata dia, diantaranya adalah umat paroki Santu Paulus dan beberapa berasal dari paroki lain dan kabupaten lain.

Uniknya, KPPK yang diselenggarakan selama dua hari itu akan melibatkan Pemda Kabupaten Manggarai timur yang diwakili Dinas P2KBP3A dan Dinas Kesehatan kabupaten Manggarai timur.

“Dalam kegiatan ini, kami selaku panitia penyelenggara harus melibatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai timur dalam hal ini Dinas P2KBP3A dan dinas kesehatan melalui Puskesmas Mano untuk memberikan materi terkait kehidupan rumah tangga dan menjadi keluarga baru yang berkualitas ,” tutur Mikael.

Pada tempat yang sama, Romo Blasius Harmin, selaku ketua komisi keluarga, dari Keuskupan Ruteng, mengatakan, KPPK diselenggarakan dengan melibatkan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti MOU yang telah tandatangani oleh Keuskupan Ruteng dengan Perwakilan BKKBN Provinsi NTT Tahun lalu kerjasama antara Dinas P2KBP3A dan komisi keluarga keuskupan Ruteng.

Rm. Blasius Harmoni menambahkan, inti dari kerjasama yang diselenggarakan yakni mendukung program pemerintah untuk menekan angka stunting, dan kematian ibu dan anak. Pihak gereja dalam hal ini keuskupan Ruteng sangat berterimakasih atas kerjasama yang dibangun dalam meningkatkan mutu SDM pasangan calon keluarga baru.

” Dengan menghadirkan pihak yang berkompeten di bidangnya, seperti dinas P2KBP3A dan dinas kesehatan, gereja, umat dan masyarakat Manggarai Timur memiliki kualitas yang baik. Keluarga berkualitas yang dimaksudkan adalah, kualitas fisiknya, kualitas imannya, kualitas biologisnya, kualitas ekonominya dan kualitas kesehatannya,” tutur Romo Blasius.

Dengan demikian, kata Romo Blasius, ketika keluarga baru sudah mendapat sentuhan informasi, sosialisasi tentang keluarga yang berkualitas, tentu saja akan melahirkan generasi generasi yang berkualitas juga.

Menambah apa yang disampaikan Romo Blasius, Sekertaris Dinas P2KBP3A, Petrus Gong, S.KM.,yang pada saat itu turut hadir dalam kegiatan KPPK menjelaskan bahwa membentuk Keluarga berkualitas merupakan kerja yang melibatkan banyak pihak.

Dengan memiliki kualitas SDM yang mapan, pasangan calon keluarga baru tentunya membantu untuk menekan angka stunting atau kurang gizi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan Khasus Kekerasan terhadap anak, kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur dan juga menekan angka bunuh diri yang akhir akhir ini melambung.

“Kepada keluarga yang baru melalui kegiatan KPPK, kita memberikan materi yang penting tentang persiapan kehidupan rumah tangga. Materi yang disampaikan oleh Dinas P2KBP3A pada hari ini adalah tentang kesehatan reproduksi, scrining dan cathing. Hari ini juga kita melakukan pemeriksaan terhadap 48 pasangan calon keluarga yang akan menerima sakramen perkawinan , apakah sehat sesuai dengan standar kesehatan. Layak atau tidak. Jika ditemukan , tidak layak, maka akan mendapat pendampingan khusus dari dinas hingga layak,” tandasnya.

Untuk diketahui puluhan Pasangan peserta kegiatan KPPK mengikuti kegiatan di Paroki Santu Paulus Mano selama dua hari dengan mentaati prokes Vovid 19, mengenakan masker. ( Gun/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan