oleh

HKGB Ke 67, Ketua Bhayangkari Ngada Bagi Akte Kelahiran

Foto : Ny. Vivi Andhika, Ketua Bhayangkari sedang menyerahkan Akte Kelahiran (13/08/2019)

RADARNTT, Mbay – Ketua Bhayangkari Cabang Ngada bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nagekeo, melakukan pembagian 60 akte kelahiran pada sejumlah anak di Kota Mbay.

Kepada media ini Paur Humas Polres Ngada mengatakan, acara penyerahan akta kelahiran anak tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Dukcapil Nagekeo Jalan Jenderal Soeharto Kota Mbay Kabupaten Nagekeo Selasa, (13/07/2019) siang.

Ketua Bhayangkari Cabang Ngada, Ny. Vivi Andhika, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka HKGB (Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari) Tahun 2019 merupakan Program Ketua Bhayangkari Pusat setiap tahunnya dan merupakan bagian dari upaya untuk membantu dan mendorong masyarakat agar mengurus akta kelahiran anak.

Menurut Ketua Bhayangkari Cabang Ngada ini, penting dilakukan orangtua juga negara sebagai bentuk pemenuhan hak anak atas identitas dirinya melalui pembuatan akta kelahiran.

“Anak yang tidak memiliki akte kelahiran tidak tercatat dalam kependudukan, tidak punya posisi hukum, tidak punya hak dasar dan tidak punya status kewarganegaraan,” ungkap Vivi yang saat itu didampingi Ny. Eka Surya W dan Ny. Ahmad.

Vivi menjelaskan, anak yang tidak memiliki akta kelahiran dihadapkan pada sejumlah resiko. Anak yang tidak tercatat identitas dirinya melalui akta kelahiran, sangat mungkin dipalsukan identitasnya untuk berbagai kepentingan.

Resiko lainnya, terutama anak-anak di pedesaan yang tak memiliki akta kelahiran menjadi sasaran empuk perdagangan anak.

Ia menegaskan, orang tua wajib mencatatkan identitas diri anak sejak dilahirkan sebagai bentuk tanggung jawab dan perlindungan terhadap anak.

Dibutuhkan kesadaran dari orangtua untuk membuat akta kelahiran anak, selain juga perlunya dukungan penuh dari pemerintah untuk memudahkan bahkan membebaskan biaya pembuatan akta kelahiran anak sebagai bentuk perlindungan negara.

“Ini sebagai pemenuhan hak dasar anak dan lindungi anak, dan kami melakukan sosialisasi di daerah daerah pelosok tentang pentingnya akte kelahiran ini dan dalam mengurusnya gratis. Di daerah yang sulit di jangkau kami juga dibantu personil Polres Ngada akan mendatangi dan memfasilitasi agar masyarakat bisa mendapatkan akta kelahirannya dengan bantuan bhabinkamtibmas,” ungkap Vivi.

Seorang warga Nagekeo, Dionisius Tambuk, mengaku sangat bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada ibu-ibu Bhayangkari Ngada yang sudah memfasilitasi kegiatan tersebut.

Dionisius mengatakan, hal tersebut sangat membantu dan masyarakat senang dengan adanya gebrakan seperti itu.

“Sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Kami senang sangat terbantu,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nagekeo, Andreas Weke menegaskan, masih sekitar 20 persen anak umur 0-18 tahun di Nagekeo belum memiliki akte kelahiran.

“10 ribu anak dari 50 ribu anak masih belum memiliki akte kelahiran,” ucapnya. (FRANSISKUS/SET/R-N).

Komentar