oleh

Untuk Tangani Rabies, Pemda Nagekeo Siapkan Tiga Puskesmas Rabies Center

Foto: Drg. Ellya Dewi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo 

RADARNTT, Mbay – Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam bidang dinas kesehatan tetapkan tiga puskesmas di wilayah kabupaten Nagekeo untuk tangani penyakit rabies. Tercatat ditahun 2019 sudah 757 kasus gigitan anjing (Senin, 22/07/2019).

Rabies adalah infeksi virus pada otak dan sistem saraf. Penyakit ini tergolong sangat berbahaya karena berpotensi besar menyebabkan kematian. Untuk tangani kasus rabies ini, pemerintah kabupaten Nagekeo tetapkan puskesmas Boawae, Puskesmas Nangaroro, dan puskesmas Danga. Hal ini disampaikan Kepala dinas kesehatan kabupaten Nagekeo dalam pertemuan bersama wakil ketua DPRD Kabupaten Nagekeo.

Drg. Ellya Dewi, selaku kepala dinas kesehatan kabupaten Nagekeo menjelaskan bahwa ada tiga puskesmas yang ditetapkan sebagai rabies center, sebagai langkah antisipasi dan preventif terhadap penyebaran penyakit rabies.

“Kita tentu sudah mendengar bahwa telah terjadi dua kasus gigitan di Kabupaten Ngada yang menyebabkan kematian. Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka telah menyatakan keadaan luar biasa (KLB) rabies, setelah jatuh dua korban meninggal dan terjadi 22 kasus gigitan anjing positif rabies.”

“Penetapan tiga puskesmas yakni puskesmas Boawae, Puskesmas Nangaroro, Puskesmas Danga sebagai rabies center”

“Alasan ditetapkannya rabies center adalah karena VAR (Vaksin Anti Rabies) sangat langka dan harganya juga mahal. Makanya kita perlu fokuskan pendistribusiannya pada Rabies Center. Jika ada kasus gigitan pada puskesmas lainnya,maka dapat dirujuk ke rabies center. Namun,VAR juga tetap disediakan pada puskesmas lainnya,” ungkap, Ellya Dewi.

Tambahnya, bahwa hingga keadaan Bulan Juni 2019, telah terjadi 757 kasus gigitan anjing di Kabupaten Nagekeo.”Syukurlah semua kasus dapat kita atasi, sehingga tidak ada kotban meninggal.Kasus gigitan terbanyak terjadi di Kecamatan Boawae,”jelasnya.

Kami berharapan, untuk tangani kasus rabies ini harus ditangani secara serius dari semua pihak. Dengan adanya tiga puskesmas ini dapat menjadi penyokong bagi puskesmas disekitarnya terutama dalam penanganan rabies, ungkap Ellya Dewi.

Sementara itu Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nagekeo Kristianus Dua Wea, S.Fil mengapresiasi langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo.

“Rabies Center adalah hal yang sangat baik. Saya mengapresiasi langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo,” ucapnya.

Smoga dengan adanya rabies center, kasus gigitan rabies harus segera diatasi. Sebab di Kabupaten Ngada sudah ada 2 gigitan yang menyebabkan kematian. Kabupaten Nagekeo harus bersiaga, jangan sampai terjadi hal yang sama di Kabupaten Nagekeo,” kata Kristianus. (FRANSISKUS/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan