oleh

‘Ada Orang Kuat’ Di Proyek Ruas Jalan Maronggela – Nampe

RADARNTT, Bajawa – Kasus dugaan gratifikasi yang ditimpakan kepada Bupati Ngada Non Aktif Marianus Sae oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada saat ini, merembes pula pada persoalan dugaan aroma korupsi dalam pembangunan infrastruktur pada era pemerintahannya.

Pekerjaan jalan lapen di ruas jalan Maronggela Nampe Kecamatan Riung Barat dengan panjang sekitar 6 Km senilai 8 Milyar disebut sebut tidak bermutu dan memiliki kualitas sangat rendah.

Menurut informasi yang didapat dari Kepala Desa Wolomese I Tarsisius Rindu via seluler (Sabtu 2/06/20180 bahwa ruas jalan yang dibangun pada tahun anggaran 2017 itu dengan nilai kontrak 7.997.362.000 milyar rupiah sudah mengalami kerusakan cukup berat sekitar 60-70 persen berlubang.

Lebih lanjut dikatakan bahwa proyek itu dikerjakan oleh kontraktor yang memiliki nama lengkap Albertus Iwan Susilo yang memakai bendera PT Sukses Karya Inovatif. Tarsius sempat menyebutkan ada oknum anggota DPRD Ngada yang berinisial ‘K’ berada di balik pengerjaan proyek jalan Maronggela-Nampe yang dikerjakan asal asalan.

Seperti diketahui dalam pemberitaan media ini sebelumnya bahwa Jaksa Penuntut Umum dari KPK menyebutkan nama Albertus Iwan Susilo, dalam fakta yang terungkap dalam persidangan Baba Miming. Ia dituding menyuap Bupati Ngada Marianus Sae senilai 1.080.000.000,- Milyar Rupiah agar mendapatkan sejumlah proyek, dengan rincian pada tanggal 28 Desember 2017 sebesar 280 juta rupiah, pada tanggal 14 Januari 2018 sebesar 400 juta rupiah dan pada tanggal 15 Januari 2018 sebesar 400 juta rupiah.

Menurut informasi aparat kepolisian mencium keganjilan pembangunan jalan lapen yang menghubungkan Maronggela ke Nampe ini dan akan segera memeriksa ruas jalan yang dikeluhkan oleh masyarakat Riung Barat. (TIM/SET/RN)

Komentar