oleh

BEKRAF Nasional: Kabupaten Ngada Sebagai Pusat Ekonomi Kreatif

Para Instruktur dari ITB bersama kelompok tenun ikat di Langa Kabupaten Ngada

RADARNTT, Bajawa – Sejalan Target Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat dan Misi Nasional, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melalui Kabid Kelembagaan dan Ekonomi Kreatif mengundang Instruktur dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ke Langa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT (Jumat, 09/11/2018).

Badan Ekonomi Kreatif Nasional (BEKRAF) menjadikan Kabupaten Ngada sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif untuk kawasan Flores. Hal ini sejalan dengan misi nasional dan target Gubernur NTT.

Untuk terus meningkatkan daya tarik wisatawan terhadap Pariwisata Ngada, Benediktus K. Rato, S.Sos, M.Si selaku Kabid Kelembagaan Dan Ekonomi Kreatif menghadirkan para instruktur dari institut Teknologi Bandung (ITB) yakni Dr. Ratna Panggabean, M.Sn, Dr. Dian Widyawati, M. Sn, dan Nidiya Kusmaya, S.Ds.

Kegiatan pelatihan kriya untuk souvenir dari bahan kain tenun pewarna alami bertempat di Sanggar Indigo Langa, Kecamatan Bajawa.

Menurut Benediktus K. Rato, S.Sos, M.Si,  kegiatan dinas ini bertujuan sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dari para pakar kriya kepada pelaku ekonomi kreatif lokal guna pengembangan ekonomi masyarakat dan daerah.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, Martinus M. Reo Maghi, SS. M.Si yang dihubungi secara terpisah mengungkapkan, potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Ngada sangat menonjol sehingga telah menarik perhatian sejumlah lembaga atau instansi untuk kerjasama pengembangannya.

Kegiatan ini dihadiri anggota Sanggar Pewarnaan Alami Indigo Langa, Kelompok Maria Gunung Karmel Naru, Kelompok Kriya Bajawa, para pengrajin tenun Desa Sambinasi yang difasilitasi Yayasan Komodo Survival Programme dan Pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Cabang Ngada. (FX/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru