oleh

Ka Sa’o Salah Satu Tradisi Budaya Masyarakat Bajawa

RADARNTT. Bajawa – Acara Ka Sa’o Seka Dolu Wogo untuk mewarisi tradisi budaya adat Ngada, di Wogo desa Ratogesa Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada NTT (Minggu 10/6/2018).

Bagi masyarakat Bajawa, rumah adat adalah lambang kekuatan antara laki-laki dan perempuan. Ada 29 Sa’o atau rumah besar yang tersebar di dalam kampung tradisi Wogo, Desa Ratogesa Kecamatan Golewa yang siap untuk menerima kedatangan seluruh keluarga besar yang merupakan keturunan dari Sa’o Seka Dolu.

Sa’o Seka Dolu ini, didirikan pada tanggal 12/9/1994 dan Keturunan dari Sa’o Saka Dolu atau rumah besar Saka dolu ini, tersebar di wilayah Kabupaten Ngada bahkan dari luar Kabupaten Ngada yang ikut serta dalam acara tradisi Ngada yaitu Ka Sa’o atau bentuk syukuran.

Acara yang digelar selama 3 hari ini, menunjukan kerja sama, kebersamaan dalam Woe Ngete / suku ngete, selama kurung waktu 1 bulan proses pekerjaan atau bangun rumah adat.
Acara Ka Sa’o di Wogo, Desa Ratogesa Kecamatan Golewa ini, mengorbankan bisa mendekati 40 ekor babi dan 3 kerbau. Namun proses bunuh babi dan kerbau dalam lukisan bahasa Bajawa yaitu Wela Ngana dan Toa kaba, dilakukan nanti besok 11/06/ 2018 pagi jam 09.00 pagi.

Sementara itu salah satu anggota DPRD Ngada Dorothea Dhone mengatakan “Lobo papa tozo, tara papa dhaga” ( saling ada ketergantungan) dari berbagai pihak dalam suku Ngate atau woe Ngate dan juga nilai yang bisa kita ambil dari acara tradisi Ka Sao ini, yaitu nilai kebersamaan, nilai keakraban, nilai persatuan, nilai persaudaraan, nilai sosial dan nilai religi. Nilai-nilai ini, harus tetap dijaga sedemikian rupa yang sudah diwarisi oleh nenek moyang kita. (FX/RN)

Komentar