oleh

Kontroversi Logo ‘AP’ di Baju Peserta Porseni Dan Sain Tingkat SMP Se-Kecamatan Golewa Raya

-Ngada-2.761 views

 

Ket: Logo AP yang tertera di Baju Panitia Porseni TINGKATannya SMP Se Kecamatan Golewa Raya

RADARNTT, Bajawa — Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Golewa Plasius Abdon akhirnya buka suara mengenai kontroversi baju berlogo’ AP yang mewarnai kegiatan pekan olahraga  seni dan sains tingkat SLTP se- Kecamatan Golewa Raya Kabupaten Ngada (Senin,13/08/2018).

Kegiatan Pekan Olahraga Seni dan Sains Tingkat SLTP se-Kecamatan Golewa ini memunculkan tanda tanya seperti yang dilansir media online larantuka.com yang berjudul Baju Berlogo AP Dibalik Porseni Golewa 2018 Munculkan Tanda Tanya (09/08/2018).

Pantauan wartawan di lokasi kegiatan, moment pembukaan kegiatan porseni dan sains di SMP Negeri 1 Golewa, memang ada baju berlogo AP yang dikenakan beberapa orang panitia pelaksana kegiatan Porseni dan Sains.

Dalam kesibukan kegiatan pendidikan Porseni dan Sains tingkat SMP se – Kecamatan Golewa Raya. Muncul pertanyaan dari sejumlah awak media dan kalangan masyarakat dilokasi mengenai baju berlogo ‘AP’ dan bukan baju berlogo Tut Wuri Handayani, yang merupakan salah satu slogan yang digunakan Ki Hajar Dewantara dalam melaksanakan sistem pendidikan nasional.

Kontroversi ini sedikit terjawab dari pernyataan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Golewa Plasidius Abdon yang mengatakan, dalam kegiatan Porseni dan Sains ini, memang ada bantuan pihak ke-tiga yakni koperasi Sangosai, Diller yamaha, Diler honda, Bank NTT, Koperasi Sehati, Telkomsel.

Mengenai baju berlogo AP yang dikenakan beberapa orang panitia dalam pelaksana kegiatan Porseni dan Sains ini, memang ada bantuan orang ketiga dari seorang tokoh masyarakat Ngada yang ikut partisipasi dalam kegiatan ini, ujarnya.

Baju berlogo AP ini tidak bernuansa politik namun hanya sebatas sumbangan. Dalam rapat penyampaian awal hanya ingin memberikan sumbangan untuk anak sekolah dari rejeki yang diperoleh agar bisa digunakan, pungkas Plasidius Abdon. (FX/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan