oleh

Ancaman Rabies, Kadis Peternakan Ngada Sebut Eliminasi Total Tidak Bisa Ditempuh

Foto : Ilustrasi Waspadai Gigitan Anjing Rabies

RADARNTT, Bajawa – Bahaya rabies terhadap kesehatan dan mengganggu ketentraman masyarakat karena dampak buruknya diakhiri dengan kematian. Rabies salah satu virus mematikan yang menyebar ke manusia dari air liur hewan yang terinfeksi.

Mengingat Tahun 2000 data gigitan anjing hampir sama yakni 1.780 gigitan dan 50 orang meninggal dunia, sedangkan tahun 2019 terjadi 1.280 gigitan dan 2 orang meninggal dunia.

Dilansir dari Kumparan.com, Agustinus Naru Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada mengatakan, Agustus 2019 korban gigitan hewan mencapai 1.280 dan dua orang meninggal dunia.

Sementara itu, dihubungi media ini melalui whatsapp (Kamis, 22/08/ 2019) Drh. A. M. Felisitas Killa selaku Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ngada menuliskan bahwa “Eliminasi total seperti tahun 2000 tidak bisa ditempuh.”

Ia beralasan, hal tersebut dikarenakan akan muncul banyak persoalan lain setelah itu. Kita akan melaksanakan eliminasi selektif pada anjing yang berkeliaran, ungkapnya.

Ditambahkannya, yang perlu dipahami bahwa musuh kita adalah virus rabies bukan anjing. Jadi mari kita perangi virusnya dengan vaksin rabies.

Fellisitas juga menyampaikan hewan anjing yang sudah divaksin, dapat kita gunakan sebagai tentara rabies karena anjing yang sudah divaksin memiliki antibodi.

Dalam UU Nomor 41 tahun 2018 tentang peternakan dan kesehatan hewan juga mengatur tentang kesejahteraan hewan atau hak asasi hewan. Membunuh hewan hanya hewan sakit untuk kepentingan diagnosa penyakit hewan, tulis Kadis Peternakan. (FX/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan