oleh

Lokasi Pasar Bobou Dinilai Rugikan Pedagang

RADARNTT, Bajawa – Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada menutup paksa pasar Inpres Bajawa dan merelokasi pedagang ke Pasar Bobou atas instruksi mantan Bupati Ngada Marianus Sae dinilai merugikan pedagang (Senin, 24/06/2019).

Hingga saat ini Pasar Inpres Bobou masih menjadi masalah utama bagi pemerintah Kabupaten Ngada, karena masih banyak para pembeli yang enggan turun berbelanja dengan alasan biaya transportasi mahal serta maraknya para pedagang sayuran berjualan menempati emperan pertokoan di jantung Kota Bajawa.

Dampaknya, para pedagang sayuran di Pasar Bobou menjadi rugi karena hasil dagangannya tidak laku dijual, lantas membusuk atau rusak.

Wakil ketua DPRD Ngada, Dorothea Dhone, S.Sos kepada media ini menyatakan, “Persoalan Pasar Inpres Bobou,  pada dasarnya para pembeli enggan turun ke pasar baru tersebut untuk belanja. Saya mendambakan secara pribadi, kalau bisa Pasar Inpres di tengah kota Bajawa itu dibangun tiga atau empat lantai saja. Sehingga para pedagang tidak berjualan di pinggir jalan area pertokoan dekat Pasar Inpres lama.”

Sementara itu, Yohanes Koe mengatakan, “Daya beli semakin berkurang karena masyarakat lebih memilih untuk membeli ikan, sayur, lombok di area perkotaan dengan alasan mengurangi biayai transportasi.”

Kemudian ia menjelaskan, “Misalnya saja pembeli datang membeli lombok 5 ribu tetapi uang transport bayar ojek dari jantung kota Bajawa ke Pasar Bobou  kurang lebih 10 ribu, tentu pembeli merasa rugi. Sehingga mereka (pembeli) lebih memilih untuk belanja di area pertokoan.”(FRANSISKUS/SET/R-N).

Komentar

Jangan Lewatkan