oleh

Teguran Keras Bawaslu Ngada, Terkait Posko dan Baliho Caleg Di Rumah ASN

RADARNTT, Bajawa – Kabar terkini yang diperoleh tim media menyangkut keberadaan posko beserta baliho caleg yang terpasang dipelataran rumah ASN di Desa Were II, Kecamatan Golewa Selatan,  Kabupaten Ngada (Rabu, 06/ 02/ 2019).

Saat dikonfirmasi via seluler, pihak keluarga ASN membantah bahwa oknum berinisial HD tidak terlibat dalam politik terselubung.

Anak oknum ASN yang bernama Frenky Balu mengatasnamakan keluarga mengatakan, “Posko kami bangun sebelum natal, tujuan kami tidak bermaksud untuk posko politik. Bangun posko ini merupakan insiatif dari anak – anak muda disini. Sebenarnya bapak saya tidak terlibat dalam hubungan ini.”

Beberapa hari yang lalu mata publik tertuju pada baliho caleg terpajang dalam perkarangan rumah ASN, sehingga masyarakat mencurigai oknum ASN itu terlibat aktivitas politik terselubung.

Mengenai baliho di posko tersebut frengky sempat heran dan menyampaikan bahwa posko dan baliho tepat berada di samping kantor panwascam Golewa Selatan. “Kenapa waktu itu tidak ditegur, Kami tidak tahu ada aturan seperti itu. Jangan sampai ini hanya untuk jebak kami sebagai masyarakat,” tukas anak ASN tersebut.

Sementara itu Kordiv SDM Bawaslu Ngada Timoteus E. Keli Sebo S.Ip., saat ditemui wartawan di ruang kerjanya mengatakan, “Setelah kami dapatkan informasi tersebut, panwascam langsung bergerak untuk konfirmasi yang punya rumah. Masalahnya bapak memang tidak tahu. Setelah itu kita minta konfirmasi antara bapak dan anaknya. Kalau anaknya memang masih bersikeras, itu resiko bapaknya kena.”

“Karena kita berprinsip siapapun dia, yang punya rumah itu bapak yang berstatus Aparatur Sipil Negeri. Tindakan kami adalah memindahkan Alat Peraga Kampanye (APK) tersebut. Bale-bale boleh tetap ada yang terpenting tidak boleh ada atribut kampanye apa-apa,” tegas Divisi SDM tersebut.

Untuk diketahui sebelumnya pihak Bawaslu Kabupaten Ngada sudah bersurat ke pimpinan ASN tersebut, untuk menghimbau agar oknum ASN tidak terlibat politik.(Fransiskus/Set/RN)

Komentar