oleh

Tokoh Umat Muslim Ngada Tolak People Power

Foto: Suharto Imam Masjid Al Ghuraba  Bajawa

RADARNTT, Bajawa – Jelang Pengumuman Hasil Pemilu 2019 secara resmi oleh KPU Pusat pada Tanggal 22 Mei, sejumlah tokoh Umat Muslim di Bajawa menolak ajakan people power yang diserukan Amien Rais dan Eggi Sudjana (Selasa, 14/05/2019).

Untuk menjaga situasi pasca pemilu agar tetap aman dan damai di Wilayah Kabupaten Ngada tokoh umat Muslim menolak adanya gagasan People Power.

Suharto (47) Imam Masjid Al Ghuraba kepada wartawan, seusai Sholat Azhar mengatakan, “Terus terang saya secara pribadi menolak adanya gagasan maupun gerakan people power.”

Kita ini merupakan negara hukum dan semua perangkat penyelenggara pemilu itu sudah ada dan kita serahkan kepada mereka untuk menyampaikan hasilnya. Mengapa kita tidak percaya mereka?ucapnya.

Sementara, selama pemilu kali ini wilayah kabupaten Ngada saya amati tidak ada pelanggaran atau kecurangan yang krusial yang dilakukan penyelenggara. Situasi tetap berjalan aman dan damai, jelas Suharto.

Menurut saya adanya gagasan people power ini merupakan kepentingan politik, tentu kita tahu pasti ada pihak tertentu merasa tidak puas dengan hasil yang akan diumumkan pihak penyelenggara pemilu.

Maka untuk itu saya mengajak kepada seluruh umat Muslim di wilayah Kabupaten Ngada dan sekitarnya, jangan ikut terpengaruh atau terlibat dengan people power secara langsung ataupun tidak langsung atau dalam bentuk apapun, apalagi ikut berita berita bohong yang disebut Hoax, terang Imam Masjid Al Ghuraba ini.

Kita disini adalah daerah yang aman dan damai, saling menjaga kerukunan antar umat agama dan kita harus pelihara hubungan ini, tambahnya. Dengan adanya moment Ramadhan ini kita menyatukan umat, kita isi dengan ibadat dan introspeksi diri, pungkas Suharto.

Hal yang sama disampaikan Nuryadin (39) Ketua Pembina Remaja Mesjid yang mengatakan, “Kami bersyukur bahwa selama pemilu berjalan aman, damai dan semua saling menjaga situasi yang ada.”

Sementara pantauan media di wilayah Kabupaten Ngada dan Nagekeo tidak ada kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif dalam pemilu kali ini. (FRANSISKUS/SET/RN)

Komentar