oleh

Merasa Tertipu Pemborong, Aprilince Manafe Warga Desa Oelunggu Melapor Ke Polisi

Aprilince Manafe Yang Diduga Menjadi Korban Penipuan (paling kiri)

RADARNTT, Ba’a – Kasus penipuan yang terjadi pada berbagai modus seperti berdalih proyek seringkali terjadi dan korbannya adalah pekerja itu sendiri, namun kali ini cukup menarik karena korbannya sepasang suami istri yaitu Aprilince Manafe dan suaminya Meki Solok warga RT 004/RW 007 Desa Oelunggu, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepada wartawan di ruang tunggu gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao pada Hari Senin lalu (03/12/18) pukul 11:16 wita Aprilince Manafe menceriterakan kronologi dirinya tertipu oleh Marten Nono oknum pemborong dua unit gedung di Puskesmas Rote Tengah dan Gedung Badan Statistik yang mana kedua proyek tersebut ditangani pengerjaan pembangunannya oleh PT Mojo Wijaya Karya yang memiliki direktur bernama Made Astika.

Lince Manafe demikian sapaannya sehari-hari mengisahkan kejadian, atas kesepakatan dirinya dengan Marten Nono pemborong dua unit gedung pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang didapat dari Made Astika Direktur PT Mojo Wijaya Karya tersebut, berawal dari saudara Marten Nono menawarkan kepada dirinya agar mensuplai beras untuk kebutuhan makan sehari-hari sejak berlangsungnya pembangunan kedua proyek tersebut sekitar awal bulan Oktober yang lalu, namun naas bagi dirinya ketika datang pada pertengahan Bulan Oktober Marten Nono yang diduga oknum pemborong tersebut menghilang dari Kabupaten Rote Ndao dan hingga sampai saat ini yang bersangkutan Aprilince Nanafe tidak tahu dimana keberadaannya.

Lanjut dikatakan, dirinya bersama suami sudah mendatangi direktur PT Mojo Wijaya Karya Made Astika namun harapan kedua pasutri itu ibarat bertepuk sebelah tangan karena keluhannya itu tidak mendapat respon positif dari Made Astika sebagai Kontraktor pelaksana dua unit gedung pemerintah tersebut, yang mana dirinya bersama suami telah membantu menyuplai beras untuk kebutuhan makanan selama masa pembangunan kedua gedung tersebut.

“Kami sudah mengadu ke Dinas Kesehatan, lalu pihak dinas menyuruh kami pergi minta di pak Made, tapi pak Made bilang dari Dinas mana yang suru saya ganti rugi..?saya tidak ganti. Alasan tidak mau tanggung jawab karena uangnya sudah diserahkan ke pengawas proyek Marten Nono dan sekarang mau bagaimana karena Marten sudah saya pecat,” ungkapnya.

Direktur PT Mojo Wijaya Karya Made Astika ketika ditemui wartawan dikediamannya Selasa (03/12/18) pukul 19:40 wita mengatakan, Untuk Marten dirinya telah memecat dan mengusirnya karena uang yang diberikannya sudah melampaui.

“Untuk Marten saya yang usir karena uang sudah lebih jauh. Karena kita keluarkan uang sekitar tujuh puluh juta yang di Gedung Statistik sedangkan yang di Puskesmas Rote Tengah sekitar delapan puluh juta. Saya dari Denpasar Bali memakai sistim kerjanya begini, untuk masalah kios makan dan minum itu bukan urusan saya, itu urusan pemborong, betul tidak orang yang bersangkutan sudah tidak ada lalu komunikasi bagaimana lagi dengan mereka,” kata Made.

Atas kekecewaan tersebut Aprilince Manafe atas saran suami dan keluarga melaporkan hal tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Resor Rote Ndao dengan laporan polisi nomor:LP/87/10/2018/NTT/RES ROTE NDAO,pada hari Kamis 11 oktober 2018 sekitar Pukul 07:50 Wita.

Untuk diketahui bahwa beras yang disuplai untuk kebutuhan makan tenaga proyek di dua lokasi yang berbeda tersebut total keseluruhannya adalah 720 kg dengan harga per kilo gramnya Rp 11.000 dengan total uang Rp 7.920.000.

Harapan keluarga korban terutama suami dari Aprilince Manafe meminta kasus ini segera ditangani karena dirinya bersama istri baru merintis usaha tersebut dan sekarang sudah tidak bisa berlanjut karena terkendala dengan keuangan. (CTA/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru