oleh

Kepala BPN Rote Ndao Minta Polisi Telusuri ‘CALO’ Sertifikat di Kantor PPAT

Foto: Kepala BPN Rote Ndao, Abel Asa Mau, S. SiT

RADARNTT, Ba’a – Kepala Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Kabupaten Rote Ndao Elva Pauline Yustisia Rafael, SH., M.Kn mengatakan, pihaknya menerima uang titipan senilai 27,5 Juta Rupiah dari Marthen R.A.H Ndolu, S.Pd untuk memperlancar proses sertifikat sebidang tanah di Pulau Lemaina di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko.

“Iya ada titipan 27,5 Juta Rupiah dari Marthen Ndolu, karena mereka maunya beres semua dan uangnya kita pakai ketika berkasnya dinyatakan selesai. Dan uangnya masih ada,” kata Elva Pauline Yustisia Rafael saat konfirmasi wartawan dikantor PPAT yang beralamat di Jl. Abri No.17 RT 009, RW 003, Kelurahan Mokdale (Rabu, 24/07/2019).

Menurut Elva Pauline dalam pengajuan sertifikat tanah ke Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Rote Ndao, pemohon wajib melunasi Bea Perolehan Hak atas tanah dan Bangunan (BPHTB) sebagai surat pemberitahun objek pajak bumi dan bangunan dan pajak penghasilan (PPH).

“Pemohon Marthen Ndolu sudah melunasi kewajiban BPHTB senilai Rp 12 Juta Rupiah dan PPH senilai 7,5 Juta Rupiah dan ada lagi titipan 27,5 Juta Rupiah untuk biaya operasional kepengurusan sertifikat Pulau Lemaina kepada petugas kantor Pertanahan,” ujarnya.

Kepala Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Rote Ndao Abel Asa Mau, S.SiT., ketika memberi keterangan pers di ruang kerjanya (Rabu, 24/07/2019) menjelaskan, “Sampai saat ini pihaknya belum pernah menerima permohonan proses sertifikat terkait Pulau Lemaina di Kecamatan Landu Leko dan ia membantah bahwa pihaknya tidak pernah mengetahui titipan uang 27,5 Juta Rupiah lewat Kantor PPAT untuk memproses sertifikat Pulau Lemaina, Karena itu ia meminta pihak penegak hukum untuk menelusuri penitipan uang tersebut pasalnya itu dikategorikan sebagai calo dan sebagai sebuah kejahatan yang perlu ditelusuri.”

“Sampai sekarang tidak ada permohonan apapun tentang objek Lemaina di Daiama, apalagi soal uang 27,5 Juta Rupiah dan semua setoran namanya BPHTB langsung ke rekening Bank BNI dan bukti setoran dibawa kesini baru semua bisa diproses, jadi yang terima 27,5 Juta itu namanya calo dan polisi perlu telusuri dan tangkap pelakunya,” ungkapnya.

Menurut Abel Asa Mau ketika beredar kabar  di Kabupaten Rote Ndao atas dugaan jual beli Pulau Lemaina di Desa Daiama Kecamatan Landu leko dirinya ditanyakan oleh Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Provinsi Nusa Tenggara Timur via telepon terkait perihal tersebut dan ia menjawab sampai saat ini pihak Pertanahan Kabupaten Rote Ndao belum menerima permohonan proses sertifikat terkait pulau tersebut, ujarnya

Sebelumnya Marthen Ndolu selaku pembeli Pulau Lemaina kepada wartawan mengatakan, setelah dirinya bersama Carles Matara menandatangani surat pernyataan penyerahan hak Pulau Lemaina tersebut, Ia secara pribadi mendatangi Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk mengurus surat setoran pajak daerah-bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (SSPD-BPHTB) yang berfungsi sebagai surat pemberitahuan obyek pajak bumi dan bangunan sebesar 12 Juta Rupiah Tertanggal 23 Mei 2019 yang ditandatangani pihak PPAT atas nama Andre Seme.

Kemudian Marthen Ndolu menitipkan uang senilai 27,5 Juta Rupiah kepada Kepala Kantor Pejabat Pembuatan Akta Tanah Elva Pauline Yustisia Rafael untuk memperlanncar proses sertifikat tanah Pulau Lemaina,

“Setelah itu saya setor SSPD-BPHTB 12 juta dan PPH 7,5 Juta Rupiah kepada PPAT dan titip Lagi 27,5 Juta Rupiah kepada ibu Elva Rafael selaku Kepala Kantor PPAT untuk memperlancar proses sertifikat di kantor pertanahan,” tegas Marthen Ndolu.(TIM/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan