oleh

Mr. Dario: Marthen Ndolu Akan Kami Pikirkan Untuk Dipolisikan

Foto: Mr. Dario Pengusaha Asal Swiss Yang Akan Membangun Yayasan Khusus Untuk Belajar Bahasa Inggris

RADARNTT, Ba’a – Kontroversi dugaan jual beli pulau di Kawasan Wisata Mulut Seribu Kabupaten Rote Ndao akhirnya membuat investor asal Swiss Mr. Dario angkat bicara (Sabtu,13/07/2019) pukul 13:33 Wita.

Kepada RADARNTT Dario mengungkapkan, rencana pihaknya akan mempolisikan Marthen R.A.H.Ndolu,Spd apabila Marthen dengan segala dalil tidak mengembalikan uang berjumlah 300 juta rupiah kepada pihaknya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa telah terjadi transaksi jual beli pulau Lemaina di Kawasan Wisata Mulut Seribu yang berjarak -+30 km dari kota Ba’a ibukota Kabupaten Rote Ndao dengan melibatkan sejumlah pihak.

Mr. Dario mengatakan, tidak menyangka semua bisa terjadi seperti ini karena awalnya Ia sudah percaya kepada Marthen Ndolu, namun kenyataannya Ia baru tahu dari jurnalis kalau sudah ada surat pernyataan pembatalan dari Carles Matara atas transaksi jual beli lokasi wisata Lemaina tertanggal 20 juni 2019.

“Terima kasih atas bantuan jurnalis, kemarin saya sudah bertemu Marthen, bicara mungkin dua jam, saya sudah tanya karena dia tidak kembalikan uang, saya akan polisikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Mr. Dario, uang dari dirinya kepada orang yang sudah jadi saudaranya yakni Frengki dan diserahkan dengan sistim kontrak kredit dan bisa ditarik kembali dengan bantuan polisi karena uang dari dirinya ke Frengki dan Frengki menyerahkannya ke Marthen dengan sistim kontrak kredit.

“Uang tidak langsung ke Marthen, uang dari saya ke Frengki dan Frengki buat kredit untuk Marthen, kalau Marthen buat masalah ada kontrak kredit jadi bantuan polisi bisa tarik kembali,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Kepolisian Resort Rote Ndao AKPB Bambang Hari Wibowo,S.Ik,M.Si ketika dikonfimasi melalui Kasat Reserse Dan Kriminal Iptu Wahyu A.A Septyan,S.IK (Sabtu, 13/07/2019) mengatakan, terkait persoalan tersebut pihaknya masih dalam tahap penyelidikan.

“Sementara sudah kita mintai keterangan beberapa saksi, dan masih dalam pendalaman,” tulis Kasat Reskrim via Whatsapp. (TONY/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan