oleh

Okto Ayub Fatu Sebut Anak Yang Dikandung DSJ Diduga Hasil Perbuatan Kades Batefalu

Foto : Ilustrasi Perselingkuhan Oknum Kades

RADARNTT, Ba’a – Dugaan kasus perselingkuhan Kades Batefalu yang berinisial JD,  rupanya menuai reaksi keras tokoh masyarakat Desa Batefalu, Kecamatan Rote Timur – Kabupaten Rote Ndao. Pasalnya kepada wartawan melalui sambungan seluler, Maneleo (Kepala Suku-red) dari Suku Tilo, Okto Ayub Fatu menjelaskan perihal bayi yang ada dalam kandungan DSJ diduga kuat juga hasil perbuatan JD yang merupakan seorang ASN aktif di Pemda Rote Ndao yang merangkap Penjabat Sementara (Pjs) Kades Batefalu (Kamis, 15/08/2019).

Okto Fatu demikian sapaannya menuturkan, pada Bulan Maret 2019 DSJ pulang dari Jakarta ke kampung halamannya di Desa Batefalu masih dalam keadaan tidak berbadan dua, dan jika dilihat dari kandungannya saat ini, maka kandungannya berusia 6 bulan dan diduga kuat adalah anak dari JD. “Hal tersebut dikuatkan beberapa sumber yang dapat dipercaya yang melihat langsung Kades JD sering masuk rumah DSJ pada malam hari,” tandasnya.

Foto: Maneleo dari Suku Tilo, Okto Ayub Fatu

“Kalau memang kehamilannya dari Jakarta maka sudah pasti sekarang ini kandungannya berusia lebih dari 6 bulan, karena kandungannya masih berusia 6 bulan, maka jika dihitung sampai saat ini maka diduga kuat itu adalah anak dari JD, karena pada Tanggal 17 April lalu DSJ juga ikut pemilu di Desa Batefalu,” ungkap sang Maneleo.

Sementara itu anggota DPRD terpilih Kabupaten Rote Ndao, Mesak Zadrak Lonak yang menjadi bagian keluarga dari DSJ ketika dimintai tanggapannya terkait persoalan ini mengatakan, “Kalau kejadian kehamilan DSJ yang pertama pihaknya sudah melerai dan pernah membawa DSJ ke Ba’a bersama anaknya dan anak tersebut sudah dibaptis karena pertimbanganya bahwa anak tersebut diluar tanggung jawab siapa-siapa sehingga sudah dibaptiskan dengan marga Junus, tetapi beberapa bulan kemudian DSJ meminta ijin pergi lihat rumahnya di Lokodela (Desa Batefalu), selanjutnya kata Mesak yang bersangkutan pergi ke Medan.

“Kalau kejadian pertama kita sudah melerai mereka dan beta (saya-red) sudah pernah bawa dia datang di Ba’a sini, dengan dia punya anak dan itu anak juga kita sudah baptis karena pertimbangannya bahwa anak itukan diluar tanggung jawab siapa-siapa, jadi kita suda baptis dia pakai kita punya marga (fam) Junus,” imbuhnya.

Ditambahkan Mesak Lonak, keluarga Junus adalah bagian keluarga rapat dari dirinya namun jikalau yang bersangkutan hamil lagi maka pihaknya sendiri sampai sekarang belum tahu, menurutnya karena hal ini menyangkut kinerja dirinya, jangan sampai dinilai mengintervensi, maka jika memang seperti itu maka dirinya akan mengupayakan mengontak Ketua DPRD Rote Ndao, agar jika JD berada di dinas manapun sebagai ASN maka akan dilaporkan ke Pemda dan meminta pemerintah segera menangani persoalan ini.

“Kita pidanakan dia saja to papa itu gampang, lalu nanti urusannya seperti apa ya yang penting dia itu ditahan dulu karena dia sudah melanggar unsur norma-norma kemasyarakatan jadi nanti dikonfrontir dan hasilnya seperti apa baru ditindaklanjuti,” ungkapnya. Saat berita ini ditayangkan awak media blm berhasil mengkonfirmasi Pjs Kades Batefalu. (TIM/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan