oleh

Partai Perindo Optimis Menang Di Kabupaten Rote Ndao.

RADARNTT, Ba’a – Partai Perindo diyakini memenangkan pemilihan umum legislatif di Kabupaten Rote Ndao dalam pemilu 17 April 2019 yang akan datang.

Pernyataan optimis ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kabupaten Rote Ndao Provinsi NTT, Arkhimes Molle, SH, MA, saat dihubungi media ini disekretariat DPD Partai Perindo (Selasa, 08/01/2018).

Kepada wartawan, Arkhimes Molle mengatakan, dirinya yakin tidak ada alasan untuk Partai Perindo tidak memenangkan pertarungan legislatif 2019 yang akan datang dalam meraih perolehan suara terbanyak dan menempatkan figur legislatif yang telah siap dengan komitmennya melayani kepentingan rakyat.

“Partai Perindo dengan misi untuk Indonesia sejahtera, saya optimis menang karena rakyat ingin sejahtera bukan memperpanjang penderitaan,” ujar mantan ketua DPC Partai Gerindra ini yang dalam pemilu 2009 dan 2014 lalu mampu membawa Partai Gerindra meraih posisi kedua di Rote Ndao.

Menurut pria yang akrab dipanggil Mes Molle ini, sejak dirinya dipercaya memimpin Partai Perindo diwilayah terselatan Indonesia ini telah menempuh sejumlah langkah-langkah politik untuk memastikan kemenangan Partai Perindo, apalagi secara Nasional Ketua Umum Partai Perindo Harry Tanoesoedibjo sudah mendorong semua komponen partai untuk memposisikan Perindo pada posisi ketiga Nasional.

Selain itu, menurut Mes Molle mengacu pada grand design pemenang Partai Perindo NTT, ditingkat daerah pihaknya telah mempersiapkan Partai Perindo untuk menang baik dari persiapan kelembagaan, calon legislatif maupun program Partai Perindo melayani masyarakat secara iklas.

Salah satu bentuk pelayanan Partai Perindo kepada masyarakat secara iklas adalah fasilitas Ambulance. Selama satu tahun Ambulance Perindo telah membantu tanpa biaya kepada masyarakat sebagaimana tercatat pada data pelayanan Ambulance sebanyak 500 lebih warga yang tersebar pada sepuluh kecamatan diwilayah Kabupaten Rote Ndao, baik yang sakit maupun yang meninggal.

Selain itu, dengan kekuatan ribuan pengurus tentunya tidak tidur dan diam tetapi bergerak untuk memenangkan Partai Perindo, tambahnya.

Menjawab adanya isu berkembang di media sosial kalau Partai Perindo di Rote Ndao tidak lolos akibat terlambat menyerahkan LSPDK dan soal pernyataan ketua KPU bahwa Partai Perindo terlambat menyerahkan laporan tersebut. Ia menyatakan, keterlambatan itu bukan disengaja tetapi karena fasilitas yang digunakan terjadi error beberapa kali saat proses.

Untuk itu lanjut Molle, isu yang disebarkan oleh salah satu pimpinan partai politik di Rote Ndao maupun beberapa caleg yang juga sebagai anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao itu berita hoax politik karena tidak paham aturan.

Menurut Mes Molle, mereka salah menterjemahkan pernyataan Ketua KPU dan tidak baca aturan, makanya menyebar isu yang bertujuan menghalangi speed Partai Perindo dimata masyarakat namun bagi Partai Perindo itu bukan cara yang tepat dalam berpolitik santun.

Selanjutnya, kata Mes Molle, Partai Politik yang terlambat maupun tidak terlambat menyerahkan LSPDK ke KPU tidak diatur dengan sanksi tetapi yang tidak terlambat juga diatur dengan aturan dan yang terlambatpun diatur dengan aturan sehingga sangat disesalkan bagi mereka yang menyebar isu murahan akibat tidak paham mekanisme.

“Mereka mungkin ketakutan kalau Partai Perindo lolos ikut pemilu di Rote Ndao padahal soal LSPDK tidak diserahkanpun tidak ada sanksi untuk tidak ikut pemilu, kecuali laporan dana awal dan akhir. Buktinya dokumen LSPDK Partai Perindo tidak ada masalah?” katanya dengan nada tanya. (TIM/SET/RN)

Komentar