oleh

‘Transaksi Jual Beli’ Pulau Dibatalkan, Marthen Ndolu Siap Jalani Proses Hukum

Foto : Marthen R.A.H Ndolu, S.Pd Siap Jalani Proses Hukum Selanjutnya

RADARNTT, Ba’a – Marthen R.A.H Ndolu, S.Pd mengakui kalau transaksi jual beli sebidang tanah di atas Pulau Lemaina resmi dibatalkan dan Charles Matara selaku penjual bersedia mengembalikan biaya senilai Rp 300 Juta.
“Jual beli tanah di Lemaina resmi dibatalkan, karena itu camat dan kepala desa bersedia mengembalikan fee, dan PPAT juga bersedia kembali fee,” kata Marthen Ndolu ketika dikonfirmasi wartawan di Baa (Jumat, 26/07/2019).

Menurutnya, penyerahan hak pakai dari Charles Matara kepada dirinya sudah dibatalkan dalam bentuk pernyataan tertulis dan pengembalian uang 300 juta rupiah tersebut terbagi dalam dua tahap.
“Tahap pertama sudah kembalikan 130 juta rupiah dan tahap kedua baru  kembalikan 170 juta rupiah di Tahun 2020 pada Maret,” ujar Marthen.

Selanjutnya ia menyebut bahwa transaksi itu bukan jual pulau tapi itu penyerahan hak guna usaha dan untuk memperlancar proses administrasi dirinya selaku penerima hak guna usaha memberikan uang tunai kepada Camat Landu Leko Jostaf Faah, SH., Kepala Desa Daiama Selfester Mesah, S.Pi masing-masing senilai 10 Juta rupiah dan Kepala Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah Elva Pauline Yustisie Rafael,SH,M.Kn senilai 27,5 juta rupiah agar memproses sertifikat ke Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Rote Ndao dan perlu diketahui bahwa untuk sementara penyidik Polres Rote Ndao melakukan penyilidikan kasus tersebut dan Marthen Ndolu mengakui dirinya bersedia di proses sesuai aturan yang berlaku bila pihak penyidik menilai dirinya melanggar hukum

“Untuk memperlancar administrasi saya serahkan uang tunai ke Camat Landu Leko dan Kades Daiama masing-masing 10 Juta rupiah, kemudian Ibu Kepala PPAT  minta 30 Juta Rupiah tapi saya hanya serahkan 27,5 Juta Rupiah dan jika pihak polisi menyatakan saya melanggar aturan, ya saya siap menerima walaupun sampai penjara,” tegas Marthen Ndolu. (TONY/SET/R-N)

Komentar