oleh

74 Tahun Indonesia Merdeka, Kecamatan Laboya Barat Belum Dialiri Listrik

Foto: Tiang Listrik Yang Belum Difungsikan di Desa Gaura, Kecamatan Laboya Barat

RADARNTT, Waikabubak- Kehadiran Infrastruktur di daerah dapat mendorong industri pariwisata dan bisnis lokal untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan di daerah tersebut. Namun, berbeda dengan Kecamatan Laboya Barat Kabupaten Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, infrastruktur di Kecamatan Laboya Barat menjadi salah satu yang menghambat perekonomian saat ini karena lambatnya pembangunan infrastruktur, hal ini ditandai dengan kurangnya kualitas dan kuantitas infrastruktur atau prasarana di daerah itu. Infrastruktur ‘keras’ (yang merujuk pada jaringan fisik seperti jalan provinsi yang tidak memadai) maupun infrastruktur ‘non-fisik’ atau ‘lunak’ seperti pasokan listrik yang belum dinikmati warga Laboya Barat sejak Indonesia merdeka hingga saat ini.

Kecamatan Laboya Barat tampaknya memiliki kesulitan untuk mendorong pengembangan struktural dan secara cepat, karena masih terisolasi dari Infrastruktur yang tidak memadai seperti kondisi jalan provinsi yang rusak parah dan pasokan listrik yang tidak memadai.

Foto: Akibat Infrastruktur Yang Tidak Memadai Di Laboya Barat Sering Terjadi Kecelakaan

Infrastruktur bukan hanya mengurangi waktu tempuh perjalanan ataupun mempercepat jalur logistik, tapi lebih jauh lagi mendorong dan menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Menurut Antonius salah satu warga masyarakat Laboya Barat kepada radatntt.co mengatakan, “Sejak Indonesia merdeka sampai dengan saat ini, Kecamatan Laboya Barat sama sekali belum tersentuh aliran listrik.”

Foto: Kondisi Jalan Provinsi Yang Memprihatinkan Di Kecamatan Laboya Barat

Lebih lanjut dikatakan, jalan provinsi saat ini juga mengalami rusak parah, berdebu di musim kemarau dan berlumpur di musim hujan, sehingga pada musim hujan akses transportasi sering lumpuh akibat banyaknya tumpukan tanah bercampur bebatuan yang berserakan di atas jalan.

Antonius menambahkan, tiang listrik yang di simpan di sepanjang Jalan Laboya Barat ini sudah dua tahun berada di pinggiran jalan raya, dari tahun 2017 sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda pemasangan konstruksinya. “Infrastruktur di sebuah daerah tidak memadai, berarti perekonomian daerah itu berjalan dengan sangat tidak efisien,” pungkasnya. (TIM/SET/R-N)

Komentar