oleh

Jhonatan Aguate: Sumba Barat Rindu Pemimpin Yang Berpihak Pada Rakyat Kecil

Foto: Aktivis Muda Sumba Barat, Jhonatan Aguate

RADARNTT, Waikabubak – Sebentar lagi Sumba Barat akan memasuki tahun politik pilkada Tahun 2020. Ada beberapa tokoh Sumba Barat yang diwacanakan maju mencalonkan diri baik sebagai calon bupati maupun sebagai calon wakil bupati.

Ditengah ramainya pembicaraan publik mengenai siapa tokoh yang akan memimpin Sumba Barat dalam satu periode kedepan, publik banyak bertanya sosok pemimpin seperti apa yang dirindukan masyarakat Sumba Barat kedepan. Diskusi-diskusi kecil di medsos bersiliweran beberapa nama tokoh yang berpeluang memimpin Sumba Barat, tapi juga banyak diskursus yang dibangun, sosok seperti apa yang masyarakat Sumba Barat impikan.

Salah seorang aktivis muda Sumba Barat, Jhonatan Aguate memberikan pandangan terkait sosok pemimpin yang dibutuhkan di Sumba Barat saat ini. Menurutnya, pemimpin yang dirindukan masyarakat Sumba Barat adalah pemimpin yang mempunyai visi dan konsep pembangunan Sumba Barat yang berkemanusiaan.

Ditegaskan Jhonatan, pemimpin tersebut harus memiliki kepekaan sosial terhadap persoalan-persoalan kemiskinan dan menjadi pembela bagi kepentingan masyarakatnya yang selama ini didiskreditkan, diperas dan dimiskinkan oleh struktur dan arah kebijakan tidak pro rakyat. Intinya lanjut Jhonatan, ia harus mewujudkan programnya lewat keberpihakan kebijakan anggaran APBD dimana belanja untuk aparatur harus dikurangi dan belanja pembangunan dan pemberdayaan harus ditingkatkan.

“Sangat perlu dilakukan adalah merombak struktur APBD agar tidak pro birokrasi tetapi harus pro pada pemberdayaan masyarakat dengan strategi pembangunan yang terintegrasi antar sektor,” katanya

Salah satu alasan Jhonatan adalah maraknya sengketa agraria yang menimpa rakyat kecil. Dalam menghadapi konflik agraria yang sering terjadi, Pemimpin Sumba Barat harus berpihak pada masyarakat karena tingkat Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih tergolong rendah.

Jhonatan sangat prihatin dengan kehadiran investor, karena seringkali menindas rakyat kecil. Menurutnya, bukannya kita anti investor tetapi kita ingin kehadiran investor memberikan dampak positif kepada masyarakat. Selama ini kehadiran investor malah menindas dan rakyat dibayang bayangi ketakutan, salah contohnya adalah kasus penembakan almarhum Poro Duka yang hingga kini belum ada kejelasan proses hukumnya.

Untuk situasi yang demikian, kehadiran pemerintah sangat dirindukan masyarakat kecil untuk mengontrol jalannya investasi agar tidak menindas rakyat kecil dan juga menjamin kenyamanan investor dalam melakukan usaha investasinya. Dan yang paling penting adalah membuat program yang pro rakyat dengan hadirnya investasi. Salah satu caranya adalah melibatkan langsung masyarakat dalam kegiatan investasi agar masyarakat juga memperbaiki kehidupan ekonominya, tandas aktivis Sumba Barat ini.

“Intinya Pemda harus berpihak pada masyarakat karena kurang informasi dan SDMnya juga minim, sedangkan investor punya segalanya,” tandas Jhonatan.

Salah satu solusinya dengan meningkatkan mutu SDM masyarakat sehingga mampu berdaya saing dan mampu dilibatkan dalam kegiatan usaha dari investor. Peningkatan mutu SDM yang dimaksudkan lebih mengarah pad peningkatan keterampilan (skill) agar masyarakat dapat diserap sesuai keahliannya.

Hal ini dapat dilakukan salah satunya dengan mengefektifkan Balai Latihan Kerja (BLK) sehingga membekali masyarakat dengan life skill yang mumpuni. Dengan demikian, SDM masyarakat yang mumpuni akan membuat masyarakat lebih siap menyambut investasi dan siap bersaing untuk perbaikan ekonomi rakyat.

“Hanya pemimpin yang peduli dan pro pada rakyat yang dapat menghadirkan solusi bagi permasalahan sosial yang menimpa rakyat selama ini,” papar Jonathan Aguate. (TIM/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan