oleh

Pemda Sumba Barat Terima Kunjungan Gubernur NTT.

RADARNTT, Waikabubak – Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole didampingi Wakil Bupati Marthen Ngailu Toni, SP dan Sekretaris Daerah Drs. Umbu Dingu Dedi, M.Si menerima kedatangan Gubernur NTT dan rombongan di Bandara Udara Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (Minggu, 24/02/2019).

Tujuan kedatangan Gubernur NTT untuk mengikuti seluruh rangkaian acara adat menjelang Pasola sampai dengan hari terselenggaranya event Pasola tersebut.

Dalam kesempatan itu Bupati Dapawole mengucapkan selamat datang dan terimakasih atas kunjungan Gubernur NTT bersama rombongan.

“Hal ini merupakan suatu bentuk dukungan yang sangat baik untuk memajukan Pariwisata di pulau Sumba khususnya dan Nusa Tenggara Timur pada umumnya melalui event nasional ‘Pasola’ yang juga telah dikenal di tingkat Internasional,” ucap Dapawole.

Di Kabupaten Sumba Barat, Gubernur NTT bersama rombongan disambut oleh masyarakat Kecamatan Kota Waikabubak dengan iringan tarian adat Sumba Barat dan ‘Pakalak’ (seruan ucapan kegembiraan bagi masyarakat Sumba Barat).

Di waktu yang sama Gubernur NTT juga melakukan peresmian Bumdes “PAYILI DOBBA” atau dalam Bahasa Indonesia memiliki arti Kerja Bersama yang terletak di Desa Lapale, Kecamatan Kota Waikabubak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Jefry Dapamerang menjelaskan, “Bumdes ini merupakan Bumdes pertama di Kabupaten Sumba Barat yang bergerak di sektor Pariwisata.”

Gubernur NTT sebelum melakukan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikan Bumdes tersebut memberikan apresiasi bahwa Bumdes ini merupakan mimpi terbesar masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Gubernur juga mengatakan Bumdes ini akan menjadi Bumdes percontohan bagi seluruh Bumdes Pariwisata di Nusa Tenggara Timur.

Bersama Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat dan disaksikan oleh Camat, Kepala Desa ditempat ini kita sama-sama meresmikan Bumdes ini, ujar Viktor seraya melakukan pengguntingan pita.

Selanjutnya malam tadi, Gubernur NTT bersama rombongan akan menyaksikan kegiatan “Pajura”, yang merupakan ritual adat menjelang event Pasola.

Pajura merupakan tradisi masyarakat Sumba yaitu adu tinju antara desa. Para peninju adalah anak-anak muda dengan menggunakan sarung tinju terbuat dari alang-alang. Ritual ini berlangsung pada dini hari tadi, mulai pukul 00.00 sampai sekitar jam 04.00 pagi.

Nampak dalam rombongan Gubernur NTT diantaranya Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Ir. Wayan Darmawan, MT, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTT Dr. Jelamu A. Marius, M. Si, Kabid Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi NTT Ema Simanjuntak, S.K.M, MPH, Kabag Protokol pada Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT Pricilia Q. Parera, SE, staf protokol, staf Tata Usaha, dan Walpri Gubernur NTT. (UMBU/TIM/RN)

Komentar