oleh

Penyerahan Peserta Didik Baru Oleh Orang Tua Murid Kepada SMA Kristen Waikabubak

Foto: Pengalungan Perwakilan Peserta Didik Baru Oleh Ketua OSIS 

RADARNTT, Waikabubak – Para orang tua dari 332 peserta didik baru tahun pelajaran 2019-2020 menyerahkan anaknya secara resmi ke pihak SMA Kristen Waikabubak (Senin, 29/07/2019).

Hadir dalam kegiatan penyerahan peserta didik baru Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole selaku Ketua Komite SMA Kristen Waikabubak, Kadis Kesbangpol Sumba Barat, Pdt.Theofilus Mete, S.Th., Kepala SMA Kristen Waikabubak Drs.Hermanus Ate, Wakasek Victor Manasye Rephy, SE., Lukas B. Dangu, S.Pd (Wakasek urusan HUMAS), Hetty Rambu Podu, S.Pd (Wakasek urusan Kurikulum), Meliana D. Rambu L. Aily, S. Pd (Wakasek urusan Kesiswaan), Yeni Ati Ina Kii, S.Si (Wakasek urusan Sarana/Prasarana), dan diikuti para dewan guru dan pegawai SMA Kristen Waikabubak serta orang tua peserta didik baru.

Dalam sambutan Ketua Komite Agustinus Niga Dapawole menyampaikan arahan dihadapan orang tua peserta didik baru meminta agar seluruh tata tertib yang ada di SMA Kristen harus diikuti dan ditaati oleh seluruh peserta didik baru yang berjumlah 332 orang.

“Apapun yang diharapkan oleh pihak SMA Kristen, itu adalah bagian dari tanggungjawab kita sebagai orang tua murid, karena yang mengikuti tes masuk akademik berjumlah 455 orang dan yang berhasil lulus tes seleksi ada 332 orang dan dinyatakan diterima. Angkanya sangat besar, oleh karena itu perlu ada dorongan dan semangat yang tinggi untuk memotivasi anaknya agar anaknya bisa mengikuti seluruh aturan yang ada di sekolah ini,” tandas ketua komite.

Lebih lanjut dikatakan Dapawole, “Kita sebagai orang tua murid yang hari ini menyerahkan secara resmi anaknya ke pihak SMA Kristen Waikabubak untuk dididik, dibina dan dibentuk, saya mengharapkan pengertian baik dari para orang tua murid, apa yang menjadi aturan di sekolah ini kita harus ikuti. Dan ingat, sekolah ini hanya mendidik dan membentuk anak-anak kita mulai dari Jam 07.00-13.00, berarti hanya ada 7 jam anak kita berada di sekolah, selebihnya adalah tanggungjawab orang tua.”

Ketua Komite berharap, agar para orang tua murid selalu aktif mencari tahu kehadiran anaknya di sekolah, karena banyak anak yang datang dari rumah menuju sekolah, tapi nyatanya mereka berkeliaran di luar dan main game, bahkan jika diminta untuk bayar uang sekolah, tapi justru tidak dibayarkan, uang sekolah digunakan untuk beli Ciu Plastik (CIPAS), yang paling berbahaya jika anak kita mulai menikmati Narkoba.

Oleh karena itu, pengawasan terhadap peserta didik harus berjalan bersama-sama, baik sekolah maupun orang tua murid. Supaya tidak ada yang saling menyalahkan antara satu dengan yang lain.

Di hadapan orang tua murid, Niga Dapawole juga menegaskan, “Jika kita sebagai orang tua menghendaki agar anak-anak kita bisa bersekolah dengan baik di sekolah ini, kita harus sama-sama mengawasinya, jangan sampai nanti kita biarkan kita punya anak dengan mengikuti kemauannya sendiri yang dapat melanggar aturan sekolah.”

Ketua Komite juga meminta kepada sekolah jika ada peserta didik yang tidak hadir selama tiga hari, pihak sekolah segera menyampaikan kepada orang tua dan memanggil orang tua peserta didik yang bersangkutan agar pihak sekolah dan orang tua sama-sama nyaman.

Diakhir penyampaian Agustinus Niga Dapawole  berpesan kepada peserta didik baru, agar tidak ada lagi peserta didik yang berkelahi di jalan, saling tunggu untuk berkelahi.

“Jika ada peserta didik yang kedapatan berkelahi di jalan, maka saya tak segan-segan memukulinya.”

“Dan jika saya dapati peserta didik berkelahi di jalan raya, maka saya tidak segan-segan untuk lipat mereka, saya tidak mau anak-anak kita ini rusak karena kebebasan yang tidak diawasi oleh kita semua,” ucapnya.

Sementara itu Kepala SMA Kristen Waikabubak Drs.Hermanus Ate, dihadapan para orang tua murid menegaskan, “Untuk mendidik, membina dan membentuk anak-anak perlu kekompakan semua unsur, baik pihak sekolah maupun para orang tua.”

“Jika ada kesulitan terhadap anak-anak kita datang di sekolah, datang ketemu saya atau ketemu kesiswaan untuk kita bicara baik-baik, semua persoalan ada solusinya, tidak perlu teriak-teriak di luar atau di medsos, karena jika kita teriak-teriak di luar atau di medsos, maka tidak ada solusinya dan akan menjadi masalah bagi orang lain,” Imbuhnya

Ditambahkan, Jam 07.20 pintu gerbang telah ditutup, jika ada peserta didik maupun guru yang baru datang, maka akan dipulangkan, karena jam tujuh lewat satu menit maka dianggap lambat.”

Diakhir penyampaian Herman Ate, mengatakan, “Dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang seluruh orang tua murid SMA Kristen Waikabubak mulai dari kelas X, XI dan XII untuk membicarakan tentang Dana Komite, Dana BOS dan penetapan tata tertib sekolah yang telah dirancang oleh sekolah. Diantaranya adalah tata tertib tentang kedisiplinan peserta didik SMA Kristen Waikabubak. (AG/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan