oleh

Pentingnya Jumlah Kunjungan dan Lama Menginap Wisatawan

RADARNTT, Editorial – Bagi Daerah yang memiliki destinasi wisata sebagai tujuan wisata yang telah dikelola baik, berharap agar sebanyak mungkin wisatawam mengunjungi, menikmati dan menginap. Pihak swasta atau pemerintah daerah atau yang mengelola daerah tujuan wisata, memperoleh income dari kunjungan wisatawan.

Income akan berganda bila destinasi wisata menarik dan dikemas sedemikian rupa agar mampu mengikat wisatawan dalam kurun waktu yang lama menginap untuk menikmatinya. Makin lama berada di daerah tujuan wisata semakin besar peluang menerima income dari belanja dan biaya yang dikeluarkan untuk biaya jasa.

Kaya atau miskin wisatawan tak mesti dibedakan dan tentu tak punya hak untuk memilahnya apalagi melarangnya masuk ke destinasi wisata tertentu. Alangkah baiknya pemerintah daerah lebih fokus berbenah mengelola destinasi wisata secara baik dan menarik agar dilirik wisatawan.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Agustus 2019 mengalami kenaikan 2,94 persen dibanding jumlah kunjungan pada Agustus 2018. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Juli 2019, jumlah kunjungan wisman pada Agustus 2019 mengalami kenaikan sebesar 4,83 persen.

Secara kumulatif (Januari–Agustus 2019), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 10,87 juta kunjungan atau naik 2,67 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2018 yang berjumlah 10,58 juta kunjungan.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Agustus 2019 mencapai rata-rata 54,14 persen atau turun 5,87 poin dibandingkan dengan TPK Agustus 2018 yang tercatat sebesar 60,01 persen. Begitu pula, jika dibanding TPK Juli 2019, TPK hotel klasifikasi bintang pada Agustus 2019 mengalami penurunan sebesar 2,59 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Agustus 2019 tercatat sebesar 1,84 hari, terjadi penurunan sebesar 0,10 poin jika dibandingkan keadaan Agustus 2018. (Suara Redaksi)

Komentar