oleh

Sampah dan Tinju

PUBLIK Nusa Tenggara Timur kerap dikejutkan tingkah sang gubernur, Viktor Bungtilu Laiskodat. Sejak awal kepemimpinannya menahkodai provinsi seribu pulau ini, bekas Ketua Fraksi NasDem DPR RI ini menampilkan gaya khas.

Ia bicara apa adanya seperti kebanyakan anak NTT: tegas dan menampilkan gaya kepemimpinan yang memberi contoh, leaderhsip by example. Pun tegas, lugas. Kerap meledak-ledak. Terkesan ia sedang marah. Tanpa basa basi, abai polesan retorika. Diplomatis. Kata-kata yang keluar dari mulutnya mengalir seperti biasa namun sarat makna.

Bersama wakil gubernur, Josef Nae Soi, gubernur Laiskodat selalu turun tangan langsung ke tengah masyarakat. Menyatu dengan warga ia melihat langsung, merekam, merasakan bahkan mengalami sendiri geliat yang terjadi.

Salah satu yang dicatat di sini. Ia hadir mengikuti apel Jumat Bersih di sejumlah sudut Kota Kupang. Tanpa alas tangan dan masker. Ia memimpin langsung aksi pungut sampah di ruang terbuka dan ruas jalan Kota Kupang. Kota yang dinahkodai Jefri Riwu Kore, walikota, kolega Laiskodat sesama anggota DPR Daerah Pemilihan NTT 02 di Senayan.

Suatu sikap yang tak biasa. Bahkan baru sekali terjadi seorang gubernur ikut memungut sampah disaksikan langsung warga bahkan tuan rumah. Itulah Laiskodat. Ia tidak banyak bicara tetapi langsung bertindak ke jantung masalah. Sampah? Itu masalah yang harus segera disikapi. Baginya urusan sampah tak sebatas omong-omong di mimbar dan ruang rapat. Butuh aksi nyata.

Kini lagi santer. Gubernur Laiskodat, bekas tukang pungut sampah di Jakarta itu bakal bertarung melawan Yohanes Chris John. Legenda tinju dunia berjuluk The Dragon kelahiran Banjarnegara, Jawa Tengah, itu bakal bertarung dengan Laiskodat dalam laga hiburan (exibition fight). Seru? Tentu. Mata penggila olahraga tinju di setiap sudut Flobamora bakal dimanjakan dengan duel hiburan yang segera digelar di Kupang.

Awal mendengar kabar ini, banyak cibir penuh tanya. Apa pentingnya event itu? Bikin betong pu badan sakit sa. Kata anak muda Kupang. Namun, lagi-lagi si Laiskodat mengajak generasi muda menggeluti tinju; setia meningkatkan prestasi olahraga. Lebih dari itu, olahraga untuk sehat. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kata bahasa Latin, men sana in corpore sano. (Suara Redaksi)

Komentar