oleh

Belajar dari Papua

Meskipun ditetapkan sebagai provinsi termiskin di Indonesia, Papua memberikan banyak pelajaran di situasi pandemi Covid-19. Untuk rapid test di Rumah Sakit Swasta, Pemerintah Daerah selain membayar biaya tes pasien juga memberikan insentif dan bantuan operasional medis.

Papua juga melakukan tes massal dan masif bagi warganya, seperti di Kampung Makassar Kelurahan Hamadi Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura belum lama ini dilakukan rapid test kepada 7000 orang dalam tempo tiga hari. Hasilnya 1000 lebih reaktif.

Jika rasio terhadap populasi yang dites adalah 1 per 1000 penduduk maka setidaknya harus tes sebanyak 5000 orang di NTT dengan asumsi jumlah penduduk 5 juta jiwa. Dan apabila biaya testing per orang sebesar Rp 500.000 maka diperlukan anggaran sebesar Rp 2.500.000.000 untuk testing 5000 orang.

Kita mesti bergerak dalam frame ini agar bisa mengukur puncak pandemi di tingkat lokal dengan melakukan test massal dan masif, minimal sesuai rasio yang ditetapkan oleh badan kesehatan dunia WHO, seperti disebutkan di atas.

Testing bisa dilakukan di 21 ibu kota Kabupaten dan Kota Kupang sebagai prioritas, mengingat potensi penularan dimulai dari kota dan sampai saat ini sudah ada transmisi lokal di Kota Kupang dan Ende.

Maka pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) melalui Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas masing-masing harus lebih sigap menyikapi kondisi ini dengan melakukan tes masif di setiap ibu kota agar bisa mendapatkan gambaran peta penyebaran virus dan kecenderungan peningkatan kasus.

Sehingga kita tidak berperang dalam kegelapan dan tidak mengetahui siapa musuh. Semakin banyak ketahuan positif akan semakin baik untuk ditangani dan dilokalisir agar tidak semakin menyebar penularannya.

Untuk itu, sangat penting melibatkan semua pihak yang berkompeten terutama para ahli epidemiologi yang harus mengambil peran utama. Salam sehat…!!!

Komentar

Jangan Lewatkan