oleh

Covid-19 Melumpuhkan Budaya

CORONA virus atau Covid-19 menyebar luas ke berbagai benua dan negara, termasuk Indonesia yang tak luput dari serangan mematikan virus terbaru itu.

Virus yang memiliki pola penyebaran unik melalui mata, hidung, mulut bahkan berjabatan tangan. Pun, bisa jadi media empuk penularan. Intinya penularan melalui kontak tubuh manusia.

Hampir tiga bulan, sejak pecah pertama kali pada akhir Desember 2019 di Wuhan Cina, virus ini terus saja meluas tersebar ke 152 negara di seluruh benua. Beberapa negara besar mengambil langkah menutup negara seperti Korea Selatan, Italia yang kasus korban terinfeksi virus semakin meningkat dan memakan korban jiwa.

Indonesia terus bergerak dalam senyap, meskipun kasus saat ini mencapai 134 orang positif terinfeksi Covid-19, delapan orang sembuh dan lima orang meninggal dunia. Pemerintah tidak menutup atau mengunci kota atau negara. Tetapi membatasi mobilitas orang agar tetap berada di rumah, belajar di rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah.

Kondisi ini juga menjadi hal baru di negeri yang memiliki budaya gotong royong, saling berkunjung satu sama lain sebagai keluarga atau sahabat, beribadah bersama di lingkungan maupun di tempat ibadah seperti masjid dan gereja.

Hal paling sederhana setiap bersalaman tidak boleh berjabat tangan, apalagi  berciuman hidung yang sudah sangat membudaya di daerah kita. Tetapi cukup saling tos pakai siku dan mengatupkan kedua telapak tangan di dada dan menghormati dengan membungkukan badan.

Semua cara ini dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan virus aneh Covid-19 yang menjadi virus terbaru disertai pola dan kebiasaan baru di masyarakat.

Covid-19 seakan melumpuhkan budaya ketimuran masyarakat kita dan sedang meletakkan fondasi budaya baru, dimana anak bisa sekolah tidak harus ke sekolah, buruh bekerja tidak harus ke pabrik, beribadah tidak harus ke masjid atau gereja.

Semoga semua ini berlalu bersama virus aneh itu dan tidak menghilangkan kebudayaan kita. Karena budaya adalah kepribadian bangsa dan salah satu Tri Sakti Indonesia. Sehingga kita Berdaulat dalam Politik, Berdikari di Bidang Ekonomi, Berkepribadian dalam Budaya.

Komentar

Jangan Lewatkan