oleh

Guyonan Politik Melki

-EDITORIAL-1.464 views

“Kader Golkar yang pindah ke partai lain, kita anggap saja penugasan ke partai lain, kita persilakan dan kita tetap berkawan.”

Demikian kata Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam pembukaan Musyawarah Daerah ke X Partai Golkar Provinsi NTT, di Hotel Sahid T-More Kota Kupang, Senin (2/3/2020) malam.

Pernyataan pria berdarah Ende-Rote yang akrab disapa Melki itu cukup beralasan, karena Partai Golkar memiliki rekam jejak sistem kaderisasi politik yang matang dan panjang sepanjang perjalanan perpolitikan Indonesia.

Sejak era Orde Baru, Golkar sangat dominan dan menempatkan kader-kader terbaiknya di posisi strategis dan menguasai berbagai bidang di pemerintahan dan sektor swasta.

Meskipun sempat diterpa badai tuntutan bubarkan Golkar yang menggema kencang saat Reformasi 1998. Namun, berkat kematangan kadernya dibawah kemudi Akbar Tandjung, Golkar berevolusi menjadi Partai Golkar yang eksis hingga saat ini.

Era Reformasi kembali memunculkan sistem politik multi partai, Pemilu 1999 diikuti 48 partai politik dan hampir semua partai politik ada eks kader Golkar.

Sehingga cukup beralasan, pernyataan Melki Laka Lena, partai berlambang beringin itu sangat banyak stok kader dan tersebar di hampir semua partai politik.

Forum Musda Golkar secara aklamasi memilih kembali Melki Laka Lena jadi Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT periode 2020-2025. Usai terpilih, Melki menegaskan akan bekerja keras bersama jajarannya untuk memenangkan Partai Golkar.

“Kami akan bekerja keras memenangkan partai Golkar dalam setiap kontestasi politik,” katanya.

Melki Laka Lena diberikan kesempatan sebagai Ketua Tim Formatur bersama anggota Libby SinlaeloE, Herman Hayong, Umbu Lili Pekuwali dan Ozy Gandut untuk menyusun kepengurusan DPD Partai Golkar Provinsi NTT 2020-2025.

Komentar

Jangan Lewatkan