oleh

Menanti Langkah Bijak Gubernur demi NTT Tetap Zona Negatif Covid-19

-EDITORIAL-2.275 views

Pandemi virus korona atau Covid-19 sedang melanda 190 lebih negara dan sudah mencapai 24 provinsi di Indonesia pada Selasa, 24 Maret 2020. Pemerintah Indonesia telah menetapkan status bencana nasional pada sepekan lalu. Berbagai upaya sedang digalang untuk mengcegah, mengantisipasi dan menangani kondisi kedaruratan.

Mengingat data orang dalam pemantauan (ODP) di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan terus meningkat, sudah mencapai 100 lebih dan beberapa diantaranya sedang dirawat intensif di sejumlah rumah sakit. Hal ini bisa disebabkan oleh bebasnya perlintasan orang keluar masuk, meskipun sudah ada instruksi Gubernur agar tidak melakukan perjalanan ke luar daerah.

Untuk menjaga agar provinsi NTT tetap negatif Covid-19,  maka dibutuhkan langkah bijak Gubernur untuk melakukan isolasi terbatas wilayah seizin pemerintah pusat.

Sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, mengatur empat hal yang dapat dilakukan, yaitu:

  1. Karintina Rumah
  2. Karantina Rumah Sakit
  3. Karantina Wilayah (Lock down)
  4. Pembatasan Sosial Berskala Besar (Sosial Distancing)

Untuk karantina wilayah dan sosial distancing diputuskan oleh pemerintah pusat melalui Menteri Kesehatan atas masukan dan analisa dari pemerintah daerah.

Ini bisa dipakai sebagai dasar untuk mengajukan usulan untuk menutup transportasi terbatas. Penerbangan dan penyeberangan hanya dilakukan untuk kepentingan pengangkutan logistik selama masa darurat, sedangkan perlintasan orang dihentikan untuk sementara waktu demi memutus rantai penyebaran virus.

Rakyat NTT menunggu langkah berani Gubernur demi keselamatan jutaan jiwa manusia yang tersebar di 22 kabupaten/kota.

Membatasi kalau tidak menutup, lalulintas penerbangan dan penyeberangan, segera dilakukan selama 14 hari demi memutus rantai penyebaran virus. Jika tidak maka, menjadi kurang efektif instruksi social distancing dan work from home, karena virus ini datang dari luar daerah.

Virus tidak dibawa oleh orang sakit saja, tetapi orang sehat pun bisa sebagai pembawa dan menularkan virus kepada orang lain. Sehingga seseorang saat diperiksa suhu badan di bandara atau pelabuhan dia sehat karena daya tahan tubuh kuat, tetapi setelah berada di lingkungan masyarakat dia berpotensi menularkan virus kepada orang lain dan mulai nampak saat menyerang orang yang  daya tahan tubuh lemah atau sedang sakit.

Sebelum terlambat dan menyesal kemudian, mari kita mencegah lebih baik daripada mengobati.

Mari seluruh rakyat NTT melakukan perang semesta melawan virus mematikan ini, yang dimulai dari diri masing-masing, keluarga dan lingkungan. Jaga NTT negatif Covid-19.

Komentar