oleh

Nestapa Warga Besipae

-EDITORIAL-1.073 views

Atas nama pembangunan, tanah dan rumah warga Desa Linamnutu-Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, rela digusur.

Urusan menggusur rakyat miskin seperti Besipae seolah lumrah. Warga tak kuasa dan setia memandang kemiskinan sebagai kenikmatan. Demi pembangunan dan kesejahteraan, pilu dan sakit pun berkelebat di dada.

Besipae seolah meranggas. Terik mentari jelang siang, Kamis, (6/8/2020), menyugguhkan pemandangan berbeda. Wajah perbukitan sejauh mata memandang takluk di bawah terik.

Linamnutu-Besipae, di kerumunan ibu-ibu dan anak-anak dalam penjagaan, seolah bergumam meminta keadilan.

Hendrikus Beti, warga Linamnutu-Besipae berkisah, sejak Selasa (4/8/2020) gubuk pelindung ia dan keluarga dibongkar aparat. Beti dan bini serta anak-anak dipindahkan ke sebuah rumah beratap seng, dinding bebak, lantai tanah.

Rumah berukuran sekira 35 meter persegi berbentuk los itu disiapkan pemerintah sebagai tempat berlindung dari panas dan dingin.

Beti sekeluarga ditampung bersama Apolos Selan sekeluarga dan mama Dorce Sae serta putrinya di dalam satu rumah mungil yang baru disulap sebagai tempat tinggal sementara.

Apolos adalah Ketua Rukun Tetangga setempat di Desa Linamnutu, Amanuban Selatan, TTS.

Kata Hendrikus Beti, anggota tiga keluarga yang ditampung di satu tempat itu berjumlah 16 orang.

Sudah sekira dua malam mereka berada di penampungan itu, yang tak jauh dari lokasi mereka digusur, kurang dari 300 meter.

Mereka ditampung di tempat yang katanya sebagai tempat relokasi yang disiapkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kondisi cukup memprihatinkan. Penampungan tanpa tempat tidur. Para penghuni dan barang ditumpuk dalam satu ruangan berukuran kecil. Kalau saja Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur tahu, betapa ada warga yang tengah jadi orang asing di tanah sendiri.

Adakah mata dan hati sedikit bergeser ke Besipae, “meloncat” dari pagar dan melihat warga Besipae sebagai warga tanah Flobamora? Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Bupati TTS Epy Tahun lebih tahu.

Komentar

Jangan Lewatkan