oleh

Pemimpin Berani Hadapi Situasi Sulit

Dunia sedang dilanda situasi sulit pandemi Covid-19 yang menerpa sekitar 200 negara di berbagai belahan bumi, termasuk Indonesia. Menyikapi situasi ini, pemerintah telah menetapkan situasi darurat nasional sejak dua bulan lalu dan melahirkan berbagai kebijakan sebagai respons atas kondisi kedaruratan, penanganan kasus dan pemulihan ekonomi.

Di tengah situasi sulit seperti ini, diperlukan keberanian pemimpin mengambil inisiatif melahirkan kebijakan politik dan diimplementasikan untuk membebaskan rakyat dari situasi sulit.

Seorang pemimpin harus berani berada di garis depan menghadapi situasi sulit, demikian halnya para pejabat publik di level pusat dan daerah yang mendapat mandat rakyat untuk memimpin rakyatnya keluar dari situasi sulit akibat bencana maupun permasalahan klasik kemiskinan dan ketertinggalan di berbagai bidang kehidupan, termasuk situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Keberanian pemimpin publik harus nampak dalam kata, sikap dan kebijakan publik yang berpihak kepada kepentingan rakyat berlandaskan norma sosial dan peraturan perundang-undangan demi terwujudnya keadaban publik.

Para pemimpin daerah Gubernur, Bupati dan Walikota, harus terus memotivasi rakyatnya agar berani menghadapi situasi sulit termasuk pandemi Covid-19 dengan optimisme yang tinggi.

Para kepala daerah menjaga etos kerja di tengah situasi pandemi, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Manjaga jarak sosial, menjaga jarak fisik, memakai masker, dan mencuci tangan. Agar situasi pandemi ini tidak menghentikan kerja-kerja pembangunan tetapi menjadi bagian dari refleksi bersama untuk menyusun desain pembangunan menuju tatanan baru.

Karena suka atau tidak, pandemi ini akan melahirkan tatanan dunia baru dalam kehidupan masyarakat dunia. Oleh karena itu, kita juga harus bersiap untuk menghadapi suasana kehidupan baru pasca pandemi Covid-19.

Pelajaran penting yang dipetik dari situasi pandemi ini, bagaimana membangun kemandirian nasional di bidang pangan dan kesehatan. Menciptakan kondisi agar rakyat kenyang, sehat dan cerdas harus menjadi prioritas pembangunan. Rakyat mandiri dan berdaulat atas pangan dan kesehatan.

Meskipun hal ini sudah menjadi urusan wajib pembangunan, namun belum memperlihatkan hasil yang signifikan dalam implementasi selama ini.

Maka keberanian dan kemauan politik pemimpin menjadi kunci untuk menciptakan tatanan baru. Seperti kata tokoh perjuangan revolusi kemerdekaan Tan Malaka, “Revolusi itu menciptakan”.

Komentar

Jangan Lewatkan