oleh

Penularan Covid-19 Meningkat, Pemerintah Lakukan 3T dan Masyarakat Wajib 3M

PENULARAN Covid-19 cenderung meningkat di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Rabu, 26 November 2020 data Satuan Gugus Tugas Covid-19 provinsi  NTT mencatat ada 416 orang pasien positif yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit (RS) dan isolasi mandiri.

Dari data kasus tersebut, jumlah tertinggi pasien positif yang masih dalam perawatan berada di Kota Kupang sebanyak 266 orang.

Pasien dirawat di RS SK Lerik 4 orang, RSUD Prof Dr WZ Johannes 8 orang, RST Wirasakti 11 orang, RS Siloam 12 orang, RS Leona 3 orang, RS Penyangga Undana 8 orang, RS AL Samuel Moeda 5 orang, RS Boromeus 3 orang, RS Bayangkara 6 orang, RS Kartini 3 orng, dan Isolasi Mandiri 203 orang.

Bertambahnya kasus positif Covid-19 membuat sejumlah rumah sakit di Kota Kupang kewalahan menampung para pasien. Jumlah pasien Covid-19 terus bertambah sementara kapasitas ruang khusus perawatan atau ruang isolasi sangat terbatas.

Akibatnya sebagian besar pasien Covid-19 dengan gejala ringan diizinkan melakukan karantina/isolasi mandiri di rumah. Hal ini cukup mengkhawatirkan lantaran pengawasan yang lemah berpotensi menambah penyebaran kasus transmisi lokal.

Pemerintah melalui Satuan Gugus Tugas Covid-19 harus ketat dan terus melakukan upaya 3T (Testing, Tracing dan Treatment), serta edukasi 3M guna menekan penularan Covid-19. Masyarakat wajib memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Jika dalam kondisi tertentu, semisal tidak ada udara dan sabun atau tidak dapat menggunakan air dan sabun untuk membersihkan tangan, solusi lainnya adalah memakai cairan yang setidaknya 60 persen alkohol seperti hand sanitizer.

Penerapan 3M yang paling utama adalah menjaga jarak atau jarak sosial dengan jarak minimal 1 meter, termasuk dengan menghindari kerumunan.

Wiku Adisasmito pernah mengatakan, jika hal tersebut dilakukan maka akan dapat meminimalisir risiko penyebaran Covid-19 hingga 85 persen.

“Asalkan konsisten dan kolektif melakukan perubahan perilaku menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin dan dilakukan secara sungguh-sungguh,” kata Wiku Adisasmito.

Edukasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan karena butuh proses untuk membangun kesadaran, meskipun sudah hampir delapan bulan berjalan dalam situasi pandemi Covid-19 namun belum semua orang memahami dan melakukan protokol kesehatan.

Pemerintah perlu efektif menegakan protokol kesehatan dan masyarakat wajib menjalankannya demi kebaikan bersama. Jangan sampai kondisi yang sudah kita jaga selama hampir delapan bulan ini justru ambruk karena kelalaian dan jatuh ke titik nol. (Redaksi)

Komentar

Jangan Lewatkan