oleh

Sepekan beroperasi, Lab PCR temukan 47 Kasus Covid-19 di NTT

Kasus positif Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga hari ini, Jumat, 15 Mei 2020 sudah mecapai 47 pasien yang tersebar di 9 daerah. Sesuai hasil swab tes di laboratorium PCR RSUD WZ Johannes Kupang yang baru genap sepekan beroperasi. Dengan sekitar 397 sampel swab yang diperiksa.

Rincian kasus Covid-19 per daerah :

  1. Kota Kupang 14 kasus (2 dinyatakan sembuh, 1 meninggal dunia)
  2. Kabupaten Manggarai Barat 12 kasus
  3. Kabupaten Sikka 12 kasus
  4. Kabupaten TTS 2 kasus
  5. Kabupaten Rote Ndao 2 kasus
  6. Kabupaten Sumba Timur 2 kasus
  7. Kabupaten Flores Timur 1 kasus
  8. Kabupaten Nagekeo 1 kasus
  9. Kabupaten Ende 1 kasus

Kondisi ini menjadi bukti bahwa pemeriksaan dan pelacakan sebagai kunci melakukan pemetaan kasus dan tindakan penanganan yang cepat dan tepat. Kita sudah punya pengalaman empiris melakukan penanganan Covid-19, bisa menyembuhkan tapi ada juga yang menjadi korban meninggal dunia.

Maka pemerintah provinsi dan Kabupaten/Kota melalui Gugus Tugas dan Dinas Kesehatan masing-masing harus lebih sigap mengambil langkah dan kerja pemeriksaan secara masif dan massal, serta pelacakan kontak dan membuat pemetaan lokasi untuk melakukan lokalisir area agar tidak meluas penularan. Sembari melakukan penanganan pasien.

Mengingat kita juga punya banyak keterbatasan sarana kesehatan di semua fasilitas pelayanan kesehatan, dan faktor topografi wilayah kepulauan juga menjadi salah satu faktor penghambat, sehingga hal ini juga menjadi perhatian serius pemerintah.

Kita memiliki 11 Rumah Sakit Rujukan Covid-19, 11 Rumah Sakit Second Line, dan 25 Rumah Sakit Penyangga. Yang perlu dilengkapi fasilitas peralatan standar dan jangan lupa Puskemas-Puskemas juga butuh minimal APD untuk proteksi tenaga medis saat bertugas karena besar kemungkinan banyak OTG sudah berada di kampung-kampung.

Sehingga realokasi dan refocusing APBD yang sudah dilakukan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sebesar Rp 1,6 trililun lebih dengan rincian APBD Provinsi sebesar Rp 810 Miliar lebih dan APBD Kabupaten/Kota sebesar Rp 797 Miliar lebih, lebih besar diarahkan untuk kegiatan pencegahan dan penanganan Covid-19.

Penggunaan anggaran bisa difokuskan pada pencegahan dengan melakukan kegiatan promotif hidup sehat, edukasi, publikasi dan sosialisasi. Penanganan melalui pengadaan sarana dan alat kesehatan, melakukan pemeriksaan melalui rapid test massal secara gratis kepada masyarakat, swab test dan pengobatan pasien. Dan tak kalah penting memberikan bantuan emergensi Sembako, jaminan pengaman sosial.

Untuk bisa sukses mengendalikan situasi pandemi, dibutuhkan koordinasi dan kerja sama antar kepala daerah yang dikomandani oleh Gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, jangan kita membangun ego daerah seperti yang sedang terjadi Bupati Manggarai menolak pasien rujukan dari Manggarai Barat dan Bupati Flores Timur menolak kapal pembawa sampel swab dari Lembata. Koordinasi dan kerja sama antar kepala daerah adalah kunci keberhasilan.

Komentar

Jangan Lewatkan