oleh

Napun Gete, Oase di Tengah Gurun

-EDITORIAL-1.989 views

Di tengah teriknya mentari yang menyengat sejak pagi hingga malam menjelang, di atas tanah kering bebatuan hasil muntahan Egon Gahar satu satunya gunung api aktif di daerah itu hadir Bendungan Napun Gete ibarat oase di tengah gurun.

Bendungan Napun Gete yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah pandemi Covid-19 pada awal tahun 2021 itu belum beroperasi, masih dalam tahap pemeliharaan dan penambahan sejumlah fasilitas untuk kebutuhan irigasi maupun air baku sistem penyediaan air minum (SPAM).

Untuk irigasi perlu penambahan fasilitas saluran transmisi dan distribusi ke lahan-lahan potensial, begitu pun untuk SPAM perlu penambahan unit instalasi pengolah air dan jaringan pipa transmisi dan distribusi.

Direktur Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Airlangga Mardjono saat menyampaikan laporannya di hadapan Presiden mengatakan, Bendungan Napun Gete memiliki kapasitas tampung 11,2 juta meter kubik dan  direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 300 hektar. Diharapkan dengan selesainya bendungan ini nanti dapat mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 khususnya di bidang pertanian.

Bendungan Napun Gete selain memiliki luas genangan 99,78 hektar (Ha) juga memiliki keistimewaan yaitu  base flow-nya lebih bagus dari Rotiklot  di Kabupaten Belu dengan kapasitas tampung 3,3 juta meter kubik dan Raknamo di Kabupaten Kupang yang memiliki kapasitas 13 juta meter kubik.

Selain untuk irigasi, bendungan multifungsi ini juga berfungsi sebagai penyedia air baku di Kabupaten Sikka sebanyak 214 liter per detik, pengendali banjir sebanyak 219 meter kubik per detik dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0,1 Mega Watt. Bendungan ini juga bermanfaat sebagai lahan konservasi serta pariwisata sehingga dapat membantu kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pembangunan Napun Gete menggunakan biaya APBN sebesar Rp 880 miliar yang dilaksanakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) dengan masa pelaksanaan sejak Januari 2017. Selama masa Pandemi Covid-19, pekerjaan pembangunan bendungan tidak dihentikan untuk menjaga kesinambungan roda perekonomian, terutama penyediaan lapangan kerja bagi kontraktor, konsultan dan tenaga kerja konstruksi beserta kegiatan yang mengikutinya.

Selain tiga Bendungan yang sudah diresmikan Presiden di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu dan Napun Gete di Kabupaten Sikka.

Dua bendungan tengah dalam konstruksi, yakni Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sedangkan Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo tengah dalam masa pelelangan.

Komentar

Jangan Lewatkan