oleh

3 Kepala Daerah di NTT Bakal Akhiri Tugas Diganti Penjabat Tahun Ini

-EDITORIAL-420 Dilihat

Tiga kepala daerah (dua Bupati dan satu Walikota) di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mengakhiri masa jabatannya tahun ini dan segera diganti penjabat, yaitu Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon, Bupati Lembata Thomas Ola Langoday dan Walikota Kupang Jefry Riwu Kore sudah mulai bersiap-siap meninggalkan kursi kekuasaan untuk kembali ke masyarakat biasa dan kembali bersiap jika ingin bertarung lagi dan masih direstui partai politik.

Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur Anton Gege Hadjon-Agus Payong Boli, dan Bupati Lembata Thomas Ola Langoday masa jabatan akan berakhir bulan Mei 2022. Sedangkan Walikota dan Wakil Walikota Kupang Jefry Riwu Kore-Herman Man, pada bulan Agustus 2022.

Sesuai Undang-Undang nomor 10 tahun 2016, Pemerintah Provinsi NTT mempunyai kewenangan untuk menyiapkan penjabat yang akan bertugas untuk melaksanakan roda kepemimpinan sampai adanya Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah definitif.

Maka pemerintah Provinsi mengusulkan adanya penjabat yang ditetapkan oleh Kemendagri. Untuk itu. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat telah mengusulkan masing-masing satu nama calon penjabat Bupati Lembata dan Flores Timur.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, sejak 9 Maret 2022 telah mengusulkan dua nama penjabat bupati Lembata dan Flores Timur yang sedang berproses di Kemendagri.

Tersiar kabar di sejumlah media lokal, dua nama yang diusulkan Gubernur adalah Doris Rihi dan Marsianus Djawa sebagai Penjabat Bupati Lembata dan Flores Timur.

Diketahui, Doris Rihi saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT dan Marsianus Djawa menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTT.

Sementara penjabat Walikota belum diusulkan Gubernur dengan alasan masih lama sampai bulan Agustus, sehingga baru dua yang diusulkan ke Mendagri untuk segera ditetapkan pejabat Bupati Lembata dan Flores Timur.

Penjabat Walikota Kupang menjadi menarik karena akan memimpin ibukota provinsi NTT yang amat strategis, sebagai barometer perpolitikan daerah kepulauan yang membentang di selatan NKRI, provinsi yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste yang juga sedang menyelenggarakan pemilihan umum presiden.

Komentar

Jangan Lewatkan