oleh

Jejak Bung Karno di Ende

-Edukasi-309 Dilihat

Pada hari Selasa, (17/5/2022) dan hari Jumat, (20/5/2022), saya bersama mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Flores (Uniflor) Ende melakukan napak tilas atau penelusuran jejak Bung Karno di Ende pada 1934-1938.

Para mahasiswa yang mengikuti napak tilas ini adalah peserta mata kuliah Dasar-Dasar Menulis yang saya asuh selama ini. Ini perkuliahan di luar ruang kuliah dengan nama Perjalanan Jurnalistik.

Output Perjalanan Jurnalistik ini mahasiswa harus bisa menulis karya jurnalistik, berupa berita, ficer, dan opini. Ini tugas dalam mata kuliah Dasar-Dasar Menulis yang harus dikerjakan mahasiswa.

Tempat-tempat yang dikunjungi sebagai berikut.

Pertama, Situs Rumah Bung Karno. Inilah rumah tinggal Bung Karno selama empat tahun dibuang di Ende (1934-1938). Rumah ini terletak di Jln. Perwira, Ende. Awalnya rumah ini milik Abdullah Ambuwaru yang disewa Bung Karno, dan pada waktu Bung Karno ke Ende pada tahun 1954 rumah ini diresmikan sebagai Situs Bung Karno.

Kedua, Taman Renungan Bung Karno. Taman ini terletak di Jln. Soekarno, Ende. Di taman ini terdapat pohon Sukun tempat Bung Karno merenungkan dasar negara Pancasila. Taman ini kemudian dipugar oleh Pemerintah Pusat dan diresmikan oleh Wakil Presiden, Boediono, bersama Taufiq Kiemas, pada 1 Juni 2013.

Ketiga, Serambi Soekarno. Situs ini terletak di Jln. Katedral, Ende, di Biara Santo Yosef, Ende. Di tempat inilah Bung Karno berdiskusi dengan sejumlah Pastor SVD asal Belanda. Di sini terdapat Perpustakaan milik misionaris SVD yang berkarya di Flores. Di sinilah Bung Karno membaca banyak buku dan majalah milik SVD. Situs ini dibangun oleh Provinsi SVD Ende atas prakarsa Pater Henri Daros, SVD, seorang Sukarnois tangguh asal Flores. Diresmikan pada awal Januari 2019.

Keempat, Gedung Imaculata. Situs ini terletak di Jln. Katerdal, Ende. Di Gedung inilah Bung Karno mementaskan tonil-tonil atau drama-dramanya bersama masyarakat Ende. Dalam salah satu tonilnya sudah diramalkan bahwa Indonesia merdeka pada tahun 1945. Situs ini diresmikan pada tahun 2013 oleh Wapres Boediono.

Para mahasiswa sangat antusias mengunjungi tempat-tempat bersejarah ini. Saya pun dengan antusias menjelaskan pentingnya tempat-tempat bersejarah ini untuk diketahui para mahasiswa.

Inilah salah satu upaya menyambut Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, yang pada tahun 2022 ini berpusat di Ende. Pada saat masyarakat Kota Ende sedang bersiap-siap menyongsong Presiden Jokowi dan rombongan di Ende.

 

Oleh: Yohanes Sehandi

Komentar